Seorang pendaki Gunung Merbabu, Adityo Rahmat Eko Prayudi (38), meninggal dunia pada Sabtu (18/7) setelah diduga mengalami serangan jantung. Ia mengeluh kurang sehat saat baru tiba di Pos Bayangan 1.
Kabar duka ini disampaikan melalui Instagram resmi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, @btn_gn_merbabu. Dalam unggahannya, BTN Gunung Merbabu menyampaikan belasungkawa dan menjelaskan kronologi kejadian.
Adityo bukan pendaki ilegal. Ia bersama rombongannya telah melakukan check-in di Pos Pelayanan Pendakian Selo pada pukul 10.12 WIB dengan nomor booking F502D2 dan memenuhi seluruh persyaratan pendakian.
“Dalam perjalanan, korban mengeluhkan kondisi badan kurang sehat dan memutuskan tidak melanjutkan pendakian setelah mencapai sekitar Pos Bayangan 1,” tulis akun tersebut.
Adityo kemudian kembali ke pos pelayanan pada pukul 11.30 WIB dan menuju basecamp untuk beristirahat. Namun, sekitar pukul 11.58 WIB, ia tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri di depan basecamp.
Petugas Balai TN Gunung Merbabu bersama Polsek Selo, KPA Ranger Merbabu, dan tenaga medis segera melakukan penanganan serta mengevakuasi korban ke Puskesmas Selo. Berdasarkan keterangan dokter, Adityo dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.55 WIB akibat henti jantung dengan dugaan serangan jantung.
Setelah proses administrasi selesai, jenazah diberangkatkan dari RSUD Pandan Arang Boyolali pada pukul 18.40 WIB menuju Kabupaten Bogor untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
BTN Gunung Merbabu mengimbau para pendaki untuk mematuhi SOP pendakian, mengutamakan keselamatan, dan memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan aktivitas pendakian.
Artikel Terkait
Pendaki Asal Bogor Tewas di Gunung Merbabu, Diduga Alami Serangan Jantung
Suporter Argentina Alami Lonjakan Serangan Jantung Selama Piala Dunia 2026