Sebuah makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk nominasi Nobel Perdamaian 2026 dan mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulisnya tengah menjadi sorotan. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengungkap hasil investigasi awal terkait makalah tersebut.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, telah membentuk tim khusus untuk melakukan penelusuran dan investigasi menyeluruh sejak 4 Agustus 2026. Hingga kini, proses investigasi masih terus berlangsung.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak yang namanya tercantum dalam paper tersebut, diperoleh keterangan bahwa mereka tidak mengetahui, tidak pernah dimintai persetujuan, dan tidak terlibat dalam proses penyusunan maupun pengunggahan paper dimaksud," demikian keterangan tertulis Kemendiktisaintek yang disampaikan langsung oleh Brian Yuliarto melalui pesan singkat, Jumat (7/8/2026).
Kemendiktisaintek juga menelusuri kampus dari penulis utama makalah yang berinisial DD. Hasilnya, DD telah membuat surat pernyataan dan menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa tersebut.
"Tim juga telah menelusuri status penulis utama tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, DD belum menyandang jabatan akademik guru besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen pada perguruan tinggi," jelas Kemendiktisaintek.
Artikel Terkait
Nama Norman Joesoef Santer Dikaitkan dengan Kursi Wamenhan
Bupati Bogor Hentikan Sementara Operasional SPPG Usai 25 Orang Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis
Prabowo Undang 150 Peneliti BRIN ke Istana, Tinjau Inovasi hingga Soroti Pendidikan dan Riset
Polisi Jabar Tangkap Dua Tersangka Unggahan Hasutan soal Prabowo dan Nuklir Iran