Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada Senin (10/8/2026), bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-79. Kabar ini mengejutkan publik Negeri Jiran, mengingat Anwar sebelumnya masih aktif menjalankan agenda kenegaraan.
Kepastian kondisi kesehatan Anwar disampaikan langsung oleh Kantor Perdana Menteri Malaysia melalui akun Instagram resminya. Dalam keterangan tersebut, disebutkan bahwa Anwar kini berada di bawah penanganan tim medis dan menjalani serangkaian pemeriksaan.
"Beliau (Anwar Ibrahim) sedang menjalani pemeriksaan dan prosedur oleh tim dokter spesialis di rumah sakit," tulis keterangan resmi Kantor PM Malaysia, Senin (10/8/2026).
Dua Hari dalam Pantauan Ketat Tim Dokter
Pihak Istana PM memperkirakan Anwar bakal menghabiskan waktu beberapa hari ke depan di ruang perawatan guna memulihkan kondisinya secara total. "Beliau diperkirakan akan tetap berada dalam pemantauan selama dua hari," lanjut pernyataan tersebut.
Masyarakat Malaysia pun diminta untuk memanjatkan doa demi kesembuhan sang Perdana Menteri agar bisa segera kembali memegang kemudi pemerintahan. "Mari kita berdoa agar pemeriksaan dan prosedur yang dijalani Perdana Menteri berjalan lancar dan beliau senantiasa dikaruniai kesehatan yang baik, sehingga dapat kembali menjalankan tugas seperti biasa dalam waktu dekat, Insyaallah," tulis pengumuman itu.
Meski begitu, Kantor PM Malaysia masih enggan merinci penyakit atau masalah kesehatan mendasar yang membuat Anwar harus menjalani tindakan medis tersebut.
Sempat Menghadap Raja Soal Skandal Pilot Narkoba
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Anwar sempat menjalankan agenda penting pada Sabtu (8/8/2026) lalu. Ia menghadiri pertemuan khusus dengan Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar. Pertemuan itu diselimuti isu krusial: penangkapan pilot Malaysia Airlines, Mohd Saufi bin Othman, di Indonesia akibat dugaan penyelundupan narkoba seberat 26 kilogram.
Tak lama usai tatap muka tersebut, Sultan Ibrahim merilis pernyataan tegas Kerajaan menanggapi kasus hukum yang mencoreng nama negara. Sultan Ibrahim langsung mengambil sikap keras dan memerintahkan seluruh jajaran instansi terkait untuk memperketat penjagaan di titik-titik vital perbatasan.
"Pemeriksaan dan pengawasan di seluruh bandara hingga perbatasan negara harus diperketat. Langkah ini sangat diperlukan untuk menekan penyelundupan narkoba dan aktivitas kriminal lintas negara yang mengancam keselamatan serta keamanan publik," tegas Sultan Ibrahim seperti dikutip dari New Straits Times. Raja menegaskan bahwa penegakan aturan di pintu masuk negara tak bisa lagi ditawar dan menuntut kerja sama penuh antar-kementerian.
Menariknya, usai pertemuan tertutup dengan Sultan Ibrahim terkait skandal pilot tersebut, Anwar sama sekali tidak memberikan pernyataan publik hingga akhirnya dikabarkan masuk rumah sakit pada hari ulang tahunnya.
Artikel Terkait
PM Malaysia Anwar Ibrahim Jalani Operasi Laparoskopi, Kini dalam Pemulihan
PM Malaysia Anwar Ibrahim Jalani Pemeriksaan Medis Selama Dua Hari
Perbandingan Sikap Malaysia dan Indonesia terhadap Israel: Larangan Total versus Dagang yang Tetap Mengalir
Empat Tim Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026, Thailand dan Malaysia Melengkapi Daftar