Jaz Rowe mungkin lebih dulu dikenal publik lewat dunia modeling, pageant, dan reality show. Namun, di balik sorotan kamera dan panggung hiburan, musik ternyata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya sejak kecil. Kini, ia memutuskan untuk serius menekuni musik dan membagikan kisahnya melalui lagu-lagu personal.
Kecintaan Jaz pada musik sudah tumbuh sejak usia dini. Ia mengaku mulai tampil bernyanyi saat berusia sekitar enam tahun. Kenangan manis itu masih melekat kuat, terutama saat sang ayah mengajaknya bernyanyi di sebuah restoran Meksiko di Kemang. "Saya sudah mencintai musik selama yang bisa saya ingat. Saya mulai tampil ketika berusia sekitar enam tahun. Saat tumbuh besar, ayah saya sering mengajak saya bernyanyi di Amigos, sebuah restoran Meksiko di Kemang. Saya rasa, di sanalah kecintaan saya untuk berada di atas panggung benar-benar dimulai," ungkap Jaz.
Berbeda dengan dunia modeling atau pageant yang menuntut penampilan visual, bernyanyi di atas panggung justru memberi sensasi yang kontras: tenang sekaligus bersemangat. Menariknya, Jaz mengaku lebih nyaman tampil di hadapan banyak orang daripada harus berbincang empat mata dengan orang asing. "Berada di atas panggung dan bernyanyi memberikan kombinasi perasaan yang aneh, antara rasa bersemangat, tenang, dan damai. Di saat yang sama, musik memungkinkan saya menunjukkan sisi diri yang sangat individual dan personal," katanya.
Setelah melewati berbagai pengalaman di industri hiburan, Jaz akhirnya menyadari bahwa musik adalah bidang yang paling ia cintai. Keputusan untuk serius bermusik baginya bukanlah meninggalkan masa lalu, melainkan kelanjutan alami dari perjalanan tersebut. "Musik bukan sekadar sesuatu yang saya senang lakukan, tetapi merupakan hal yang paling saya sukai. Jadi, memilih untuk serius menekuninya terasa bukan seperti memilih arah baru, melainkan akhirnya memberikan perhatian penuh kepada sesuatu yang sebenarnya sudah selalu ada dalam diri saya," tutur Jaz.
Dalam bermusik, Jaz menemukan kebebasan untuk mengekspresikan diri. Ia bisa menentukan seberapa banyak cerita personal yang ingin dibagikan kepada pendengar. Menurutnya, sebuah lagu tidak harus selalu menjelaskan segalanya secara gamblang. "Musik memungkinkan saya mengekspresikan perasaan dengan tepat, tetapi saya juga bisa menentukan seberapa banyak diri saya yang ingin saya ungkapkan. Saya bisa sangat personal, atau justru membiarkan beberapa hal tetap ambigu dan memberikan kesempatan kepada pendengar untuk menginterpretasikan lagu berdasarkan pengalaman mereka sendiri," ujar Jaz.
Setiap karya yang diciptakannya selalu berakar dari pengalaman pribadi. Jaz mengibaratkan lagu-lagunya sebagai potongan karya seni dari berbagai fase kehidupannya. Seiring bertambahnya lagu yang dirilis, ia berharap potongan-potongan cerita itu dapat membentuk gambaran utuh tentang dirinya di mata pendengar.
Meski demikian, pengalaman sebagai model dan entertainer tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Jaz. Ia menikmati setiap bidang tersebut karena masing-masing memberi ruang untuk menampilkan sisi berbeda dari dirinya. Dalam modeling, ia bisa mengeksplorasi fashion dan gaya visual. Sementara sebagai entertainer, ia dapat menunjukkan kepribadiannya lebih terbuka. Namun, musik memberikan pengalaman yang berbeda. "Musik terasa berbeda karena kejujuran itu datang secara alami bagi saya. Ketika menulis, merekam, atau membawakan musik sendiri, saya tidak merasa harus memainkan sebuah peran atau menunjukkan versi tertentu dari diri saya. Saya merasa hanya menjadi Jaz," katanya.
Bagi Jaz, perbedaan itulah yang membuat musik terasa begitu dekat. "Mungkin itu perbedaan terbesar bagi saya. Musik terasa seperti tempat di mana semua sisi diri saya bertemu," lanjutnya.
Sebelum mempersiapkan single terbaru, Jaz telah merilis dua single yang menjadi bagian dari perjalanan musiknya. Dari setiap perilisan, ia belajar banyak tentang hubungan antara musisi dan pendengar. "Salah satu hal terbesar yang saya pelajari adalah setiap kali saya merilis lagu, pendengar menjadi sedikit lebih dekat untuk mengenal diri saya yang sebenarnya," ungkap Jaz.
Pengalaman itu membuat Jaz semakin berani memasukkan cerita personal ke dalam musiknya. Ia percaya keterbukaan adalah kunci agar lagu bisa terhubung emosional dengan pendengar. "Musik yang paling bisa terhubung dengan orang biasanya adalah musik ketika kita berani menjadi diri sendiri. Kita harus memasukkan sesuatu yang benar-benar tulus ke dalamnya," ujarnya. Ia menambahkan, "Semakin jujur saya terhadap diri sendiri dan pengalaman yang saya alami, semakin besar kemungkinan orang lain mendengarnya dan berpikir, 'Aku juga pernah merasakan itu.'"
Kini, Jaz Rowe bersiap membuka babak baru lewat single terbarunya, "Belagu". Jika karya-karya sebelumnya memperkenalkan dirinya sebagai musisi, "Belagu" menampilkan sisi lain yang lebih ringan, menyenangkan, dan playful. "Lewat single ini, saya ingin orang-orang mengenal sisi saya yang jauh lebih menyenangkan dan playful, dengan kadar centil, jahil, dan dewasa yang pas," jelas Jaz.
Lagu "Belagu" lahir dari pengalaman personal Jaz, namun kali ini ia tidak ingin membawa cerita patah hati dalam suasana yang berat. Sebaliknya, ia memilih melihat pengalaman tersebut dengan cara lebih santai dan bahkan menjadikannya bahan tertawaan. "Salah satu hal yang saya pelajari adalah terkadang cara paling mudah untuk move on dari sebuah hubungan adalah ketika pada akhirnya kita bisa menertawakannya," tutur Jaz. Menurutnya, humor bisa menjadi cara untuk mengambil kembali kendali setelah mengalami hal yang menyakitkan. "Kita boleh menertawakan sesuatu. Kita boleh sedikit menjadikan lelucon situasi yang dulu pernah membuat kita kesal. Terkadang, humor adalah cara kita mengambil kembali kendali," katanya.
Lewat "Belagu", Jaz ingin mengajak pendengar melihat patah hati dari sudut pandang yang lebih ringan. Lagu ini menjadi ruang baginya untuk meluapkan unek-unek sekaligus menunjukkan proses ketika seseorang akhirnya bisa kembali menikmati hidup setelah melewati hubungan yang tidak berjalan sesuai harapan. "Itulah energi yang ingin saya hadirkan lewat Belagu. Lagu ini tentang melihat sisi ringan dari sesuatu yang pernah menyakiti kita, meluapkan semua unek-unek gemas, dan akhirnya kembali merasa menjadi diri sendiri," ujar Jaz.
Bagi Jaz, "Belagu" bukan sekadar lagu tentang seseorang yang pernah membuat hati terluka. Lebih dari itu, lagu ini menggambarkan fase ketika rasa sakit perlahan berubah menjadi sesuatu yang bisa ditertawakan. "Daripada duduk menangisi orang yang telah membuat hati kita patah, kenapa tidak menyanyikan anthem bersama teman-teman tentang betapa belagunya dia sekarang?" kata Jaz.
Pada akhirnya, "Belagu" menjadi gambaran lain dari perjalanan Jaz Rowe sebagai musisi. Setelah memperkenalkan sisi personal melalui karya-karyanya, kini ia berani tampil lebih ringan, centil, dan penuh humor. "Bagi saya, Belagu adalah momen ketika heartbreak berhenti menjadi sesuatu yang menyedihkan dan mulai terasa lucu," pungkas Jaz.
Perjalanan Jaz Rowe di dunia musik masih terus berlanjut. Dari pengalaman modeling, pageant, hingga reality show, semua proses itu kini menjadi bagian dari caranya bercerita lewat lagu. Bagi Jaz, musik bukan sekadar panggung baru, melainkan ruang untuk menjadi dirinya sendiri dan berbagi cerita dengan lebih jujur.