Kepergian komedian Temon Templar pada Minggu (12/7/2026) meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga. Di balik kesedihan itu, terungkap sejumlah keinginan mendiang yang belum sempat terwujud.
Temon meninggal akibat serangan jantung. Ia memiliki riwayat darah tinggi dan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Senin (13/7/2026). Kepergiannya mengejutkan banyak pihak karena tak banyak yang tahu bahwa ia tengah sakit, termasuk manajer dan sahabatnya.
Rico, anak Temon, mengungkapkan bahwa sang ayah ingin seluruh keluarga berkumpul. "Palingan Papa pengennya kita kumpul aja sih semua. Anak-anaknya, istri-istrinya, itu aja sih," ujarnya. Keinginan itu sudah lama disampaikan Temon. Ia ingin semua anak dan mantan istri tinggal serumah. Temon, yang memiliki nama asli Simson Rarameha, meninggalkan seorang istri dan sembilan anak, serta seorang mantan istri.
Sementara itu, Mae, istri Temon, mengungkapkan keinginan lain yang belum tercapai. Ia dan mendiang berencana mengantar anak bungsu mereka yang akan masuk TK. "Tadinya kita mau sekolahin anak TK. Maksudnya nganter pertama kali pas masuk TK, jadi ya nggak kesampean," kata Mae. Mereka berharap dapat membesarkan anak itu menjadi pribadi yang hebat. Namun, sebelum sempat mengantar sang anak, Temon berpulang. Mae kini harus mengantar anaknya tanpa kehadiran suami.
Kepergian Temon meninggalkan luka yang dalam bagi Mae. Ia mengaku kerap tidur di bantal yang biasa digunakan mendiang untuk meredam rindu. "Saya tidur di bantal yang dia tidurin sebelumnya sekarang, jadi di bagian dia. Biasanya saya di sini, sekarang saya di pinggir di bagian dia tidur. Jadi bantalnya belum saya ganti, sprei guling belum saya ganti, jadi saya tidur di situ, sampingnya foto dia," jelasnya.
Artikel Terkait
Abdel Achrian Ungkap Kenangan Bersama Temon Templar: Sahabat Sejak Masa Sulit
Abdel Achrian Akhirnya Berziarah ke Makam Temon Templar, Ucapkan Salam Perpisahan