Kabar mengejutkan datang dari mantan personel JKT48, Haruka Nakagawa. Perempuan berusia 32 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani operasi akibat tumor yang tumbuh di bagian tangannya. Meski kini telah pulih dan kembali beraktivitas, pengakuan Haruka Nakagawa memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apa yang menyebabkan seseorang mengalami tumor di tangan? Apakah kondisi tersebut selalu berbahaya atau identik dengan kanker?
Haruka menjelaskan bahwa operasi dilakukan pada akhir April lalu setelah ia cukup lama merasakan keluhan pada tangannya. Beruntung, tindakan medis berjalan lancar dan kini kondisinya telah kembali sehat. "Tumor. Iya (di tangan)," ujar Haruka saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Ia memastikan proses pemulihan berlangsung baik sehingga kini dapat kembali beraktivitas di dunia hiburan, termasuk mengembangkan kanal YouTube yang berfokus pada konten kuliner. "Ya waktu April. Akhir April (operasinya). Sudah lama sih (sakitnya)," kata Haruka. "Iya, udah aman. Sudah sehat lagi," tambahnya.
Meski Haruka tidak menjelaskan jenis tumor yang diderita, perlu diketahui bahwa benjolan atau tumor di tangan sebenarnya bersifat jinak. Menurut Massachusetts General Hospital, sekitar 90 hingga 95 persen tumor jaringan lunak di tangan bukan merupakan kanker.
Penyebab Tumor di Tangan
Kista ganglion menjadi penyebab benjolan paling sering ditemukan pada tangan dan pergelangan tangan. Benjolan ini berisi cairan sendi (sinovial) yang keluar melalui bagian sendi atau selubung tendon yang melemah. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi kondisi ini umumnya tidak bersifat ganas.
Tumor jinak lain yang cukup sering ditemukan adalah giant cell tumor of tendon sheath. Tumor ini tumbuh pada jaringan yang menyelimuti tendon dan biasanya berkembang perlahan. Hingga kini, penyebab pastinya masih belum diketahui.
Lipoma, atau penumpukan jaringan lemak, terjadi akibat pertumbuhan sel lemak yang berlebihan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk tangan. Faktor genetik diduga berperan dalam pembentukannya.
Dalam beberapa kasus, benjolan pada tangan bukan merupakan tumor sejati, melainkan reaksi jaringan akibat cedera, serpihan benda asing yang tertinggal, atau peradangan berkepanjangan. Benjolan tersebut dapat menyerupai tumor sehingga memerlukan pemeriksaan dokter.
Beberapa jenis tumor jaringan saraf dikaitkan dengan penyakit genetik seperti neurofibromatosis. Namun, kasus ini tergolong jarang dan sebagian besar tumor di tangan muncul tanpa penyebab yang jelas.
Apakah Tumor di Tangan Selalu Berarti Kanker?
Tidak. Justru sebaliknya, tumor ganas pada tangan tergolong sangat jarang. Sebagian besar kasus merupakan tumor jinak yang dapat ditangani melalui observasi atau operasi apabila menimbulkan nyeri, mengganggu fungsi tangan, atau terus membesar. Namun, seseorang tetap disarankan segera memeriksakan diri apabila benjolan di tangan menunjukkan tanda-tanda seperti cepat membesar, terasa nyeri terus-menerus, mengganggu pergerakan jari, disertai mati rasa, atau mengalami perubahan warna pada kulit di sekitarnya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti USG, foto rontgen, MRI, hingga biopsi untuk memastikan jenis tumornya.