Persaingan Sekolah Kedinasan 2025: PKN STAN Paling Diminati, Peluang Diterima Hanya 1,1 Persen

- Kamis, 30 Juli 2026 | 09:35 WIB
Persaingan Sekolah Kedinasan 2025: PKN STAN Paling Diminati, Peluang Diterima Hanya 1,1 Persen

Persaingan masuk sekolah kedinasan pada 2025 semakin ketat. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), sebanyak 150.197 peserta mengikuti seleksi untuk memperebutkan 6.254 formasi di berbagai sekolah kedinasan di Indonesia. Tingginya jumlah pendaftar membuat peluang diterima di sejumlah kampus favorit menjadi sangat kompetitif.

Bagi calon peserta yang ingin mengikuti seleksi pada tahun-tahun mendatang, mengetahui tingkat persaingan setiap sekolah kedinasan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan. Berikut lima sekolah kedinasan dengan jumlah peminat dan tingkat kompetisi tertinggi berdasarkan data BKN 2025.

Lima Sekolah Kedinasan Favorit 2025

Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) menjadi sekolah kedinasan dengan peminat terbanyak. Sebanyak 45.518 orang mendaftar untuk memperebutkan 500 formasi, sehingga rasio persaingannya mencapai sekitar 91 pendaftar untuk satu kursi. Dengan angka tersebut, peluang diterima hanya sekitar 1,1 persen. PKN STAN merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Keuangan yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang keuangan negara, perpajakan, akuntansi, kepabeanan, hingga pengelolaan keuangan publik. Lulusannya dipersiapkan untuk mengisi berbagai posisi aparatur sipil negara (ASN), terutama di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) menyusul di posisi kedua. Tahun 2025, STIN hanya menyediakan 100 formasi, tetapi berhasil menarik 7.563 pendaftar. Rasio persaingan mencapai 75,6:1, sehingga peluang lolos seleksi berada di kisaran 1,3 persen. STIN berada di bawah Badan Intelijen Negara (BIN) dan menjadi lembaga pendidikan yang mencetak sumber daya manusia di bidang intelijen, kontraintelijen, serta analisis keamanan nasional.

Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) menempati urutan ketiga. Pada 2025, terdapat 2.632 pendaftar yang bersaing memperebutkan 50 formasi. Rasio persaingan mencapai 52,6:1, dengan peluang diterima sekitar 1,9 persen. Poltek SSN merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kampus ini berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang keamanan siber, kriptografi, dan persandian untuk mendukung sistem pertahanan digital Indonesia.

Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) berada di urutan keempat. Pada seleksi 2025, STMKG menerima 18.858 pendaftar untuk 453 formasi. Dengan demikian, tingkat persaingannya mencapai sekitar 41,6 pendaftar per kursi, sementara peluang lolos berada di kisaran 2,4 persen. STMKG berada di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kampus ini mencetak tenaga ahli di bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasi yang nantinya ditempatkan di berbagai unit kerja BMKG di seluruh Indonesia.

Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) melengkapi daftar lima besar. Pada tahun 2025, Polstat STIS mencatat 15.869 pendaftar untuk 400 formasi. Rasio persaingannya mencapai 39,7:1, sehingga peluang diterima sekitar 2,5 persen. Polstat STIS merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pusat Statistik (BPS) yang berfokus pada pendidikan statistika, komputasi statistik, dan analisis data. Lulusan kampus ini banyak ditempatkan di kantor BPS pusat maupun daerah.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags