Pemilihan makanan sebelum berolahraga tidak bisa disamaratakan. Setiap orang perlu menyesuaikan dengan waktu makan, jenis latihan, dan kebutuhan energi masing-masing. Kesalahan memilih menu justru bisa mengganggu performa dan kenyamanan saat bergerak.
Jika masih ada waktu dua hingga tiga jam sebelum latihan, tubuh membutuhkan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, kentang, atau roti gandum melepaskan energi secara bertahap selama aktivitas fisik. Protein membantu menjaga dan memperbaiki jaringan otot, sedangkan lemak sehat menjadi cadangan energi, terutama untuk olahraga durasi panjang.
Namun, bila waktu menuju latihan hanya tersisa satu hingga satu setengah jam, pilihan makanan harus lebih ringan dan mudah dicerna. Pisang menjadi salah satu rekomendasi utama karena kaya karbohidrat sederhana yang cepat diubah menjadi energi. Selain pisang, oatmeal dalam porsi kecil, yogurt, atau protein shake juga bisa menjadi alternatif. Kombinasi karbohidrat dan protein ini membantu menjaga energi tanpa membuat perut terasa penuh atau begah.
Jenis olahraga juga menentukan kebutuhan asupan. Untuk aktivitas berdurasi kurang dari satu jam, makan sebelum olahraga umumnya tidak terlalu memengaruhi performa. Sebaliknya, pada olahraga berintensitas tinggi atau berdurasi panjang, asupan makanan sebelum latihan berperan penting menjaga stamina, meningkatkan performa, dan mencegah kelelahan lebih cepat.
Kebutuhan cairan juga tidak boleh diabaikan. Para ahli menyarankan minum air secara bertahap setidaknya empat jam sebelum olahraga agar tubuh punya waktu menyerap cairan dengan baik. Jika warna urine masih pekat atau jumlahnya sedikit, asupan cairan bisa ditambah sekitar dua jam sebelum latihan. Untuk aktivitas yang memicu banyak keringat, camilan atau minuman mengandung natrium dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Pada akhirnya, tidak ada aturan yang berlaku sama untuk semua orang. Respons setiap tubuh terhadap makanan sebelum olahraga bisa berbeda. Jika setelah makan masih merasa kembung, mual, atau justru lapar saat berolahraga, cobalah menyesuaikan menu maupun waktu makannya hingga menemukan pola yang membuat tubuh tetap nyaman dan berenergi.