Pabrik Botox Pertama di Indonesia Siap Produksi, Target Pasar 2028

- Jumat, 24 Juli 2026 | 21:30 WIB
Pabrik Botox Pertama di Indonesia Siap Produksi, Target Pasar 2028

Indonesia akan segera memiliki pabrik botulinum toxin atau botoks pertama di dalam negeri. PT Selatox Bio Pharma (Selatox) yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, diklaim menjadi fasilitas produksi pertama di Indonesia yang memproduksi neurotoksin tersebut. Selama ini, seluruh pasokan botoks masih bergantung pada impor.

Perusahaan biofarmasi ini telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin (20/7). Sertifikasi itu menjadi pengakuan bahwa fasilitas Selatox telah memenuhi standar dan ketentuan BPOM.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengatakan produk biologis termasuk botulinum toxin merupakan salah satu sektor dengan potensi bisnis terbesar di industri farmasi global. Sekitar 65 persen pasar farmasi dunia didominasi produk biologis, sementara sisanya 35 persen merupakan produk sintetis berbasis kimia.

Besarnya potensi pasar membuat pengawasan terhadap produk biologis menjadi semakin penting. BPOM memastikan setiap produk yang beredar telah memenuhi aspek mutu, keamanan, dan khasiat sebelum digunakan masyarakat.

“Sebagai Badan Pengawas Obat dan Makanan, tugas kami adalah memastikan bahwa setiap produk baik obat, pangan, maupun kosmetik memiliki mutu, keamanan, dan khasiat sesuai dengan yang dijanjikan oleh perusahaan,” ujar Taruna.

Taruna menambahkan, sertifikasi CPOB yang diberikan kepada Selatox menunjukkan bahwa fasilitas produksi perusahaan telah memenuhi standar yang ditetapkan BPOM.

Chief Executive Officer Selatox, Joh Young Hoon, menegaskan fasilitas manufaktur serta sistem manajemen mutu perusahaan telah dibangun sesuai standar yang berlaku.

“Filosofi kami sederhana, yaitu mengejar kualitas tertinggi dan menghadirkan standar kecantikan terbaik. Filosofi tersebut menjadi pedoman dalam setiap proses yang kami lakukan, mulai dari penelitian dan pengembangan hingga manufaktur serta pengawasan mutu,” jelas Joh Young Hoon.

Selatox merupakan bagian dari Daewoong Pharmaceutical Group asal Korea Selatan yang dirancang menjadi pusat manufaktur biofarmasi berstandar global. Perusahaan juga mengklaim fasilitas ini sebagai satu-satunya pabrik produksi neurotoxin di Asia Tenggara.

CEO Daewoong Pharmaceutical, Park Seongsoo, mengatakan kehadiran Selatox menjadi wujud komitmen kolaborasi antara Korea Selatan dan Indonesia dalam mengembangkan industri biofarmasi.

“Bersama-sama, kita berkontribusi dalam memajukan industri biofarmasi Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia,” ungkap Park Seongsoo.

Produk yang akan diproduksi Selatox adalah botulinum toxin type A dengan nama SELATOXIN®. Saat ini, produk tersebut masih dalam tahap pengembangan untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan kualitasnya sebelum dipasarkan. Diperkirakan, SELATOXIN® akan rampung dan siap dipasarkan pada 2028.

Ke depan, Taruna berharap Selatox tidak hanya memproduksi botulinum toxin untuk kebutuhan estetika, tetapi juga mengembangkan biofarmasi yang dapat dimanfaatkan untuk terapi pascastroke, cerebral palsy, dan berbagai gangguan neurologis lainnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags