Hubungan tanpa status atau yang populer disebut situationship kian marak dibicarakan di media sosial. Dua orang tampak dekat, saling memberi perhatian, bahkan bertingkah seperti pasangan, namun tidak pernah sepakat memberi label pada hubungan mereka. Fenomena ini memicu pertanyaan: mengapa semakin banyak orang memilih hubungan tanpa kejelasan?
Tidak semua pelaku situationship takut berkomitmen. Sebagian merasa masih perlu mengenal pasangan lebih dalam sebelum memutuskan menjalin hubungan serius. Namun, ada pula yang sengaja bertahan dalam ketidakjelasan karena khawatir kehilangan orang tersebut. Alhasil, hubungan terus berjalan tanpa arah yang pasti.
Di sisi lain, hubungan tanpa status dianggap memberi kebebasan. Mereka bisa menikmati kedekatan tanpa tanggung jawab sebesar saat berpacaran resmi.
Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup
Media sosial turut mengubah cara anak muda memandang hubungan. Istilah seperti situationship, red flag, green flag, hingga love language makin sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Tanpa disadari, pemahaman tentang hubungan pun ikut bergeser.
Banyak orang kini lebih berhati-hati memilih pasangan. Mereka enggan terburu-buru berkomitmen jika belum benar-benar yakin. Sebaliknya, ada pula yang nyaman dengan hubungan yang "mengalir saja", meski statusnya tak jelas.
Tidak Selalu Buruk, Tapi Perlu Kejelasan
Hubungan tanpa status sebenarnya tidak selalu berakhir buruk. Selama kedua pihak memiliki pemahaman dan harapan yang sama, hubungan bisa berjalan baik. Masalah muncul ketika salah satu pihak menganggap hubungan itu serius, sementara pihak lain hanya melihatnya sebagai teman dekat.
Perbedaan harapan inilah yang kerap memicu kekecewaan. Seseorang bisa merasa telah memberi banyak waktu dan perhatian, namun ternyata hubungan itu tak punya tujuan yang sama. Karena itu, komunikasi jujur tetap menjadi kunci, apa pun bentuk hubungannya.
Pada Akhirnya, Semua Orang Mencari Kepastian
Setiap orang punya cara berbeda dalam menjalani hubungan. Ada yang nyaman dengan komitmen sejak awal, ada pula yang butuh waktu lebih lama untuk memastikan perasaan. Memilih hubungan tanpa status bukan berarti salah, begitu pula memilih hubungan yang jelas sejak awal. Yang terpenting, kedua pihak saling memahami tujuan, batasan, dan harapan masing-masing.
Sebab pada akhirnya, hubungan yang sehat tidak ditentukan oleh seberapa keren istilahnya, melainkan oleh rasa saling menghargai, komunikasi terbuka, dan kepastian yang membuat keduanya merasa dihargai.
Artikel Terkait
Amary Rilis Single Ketiga, Ceritakan Pengalaman Pribadi soal Situationship