SDM Konstruksi Bawah Tanah Indonesia: 34 Perusahaan & 54 Ahli Tersertifikasi

- Minggu, 02 November 2025 | 14:12 WIB
SDM Konstruksi Bawah Tanah Indonesia: 34 Perusahaan & 54 Ahli Tersertifikasi

Kesiapan SDM Konstruksi Bawah Tanah Indonesia: 34 Perusahaan dan 54 Ahli Tersertifikasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa proyek infrastruktur dan konstruksi bawah tanah di Indonesia masih menghadapi tantangan, baik dari aspek teknis maupun ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk mengatasi hal ini, kemajuan signifikan telah dicapai dengan adanya 34 perusahaan konstruksi yang telah resmi tersertifikasi untuk menangani proyek terowongan.

Sertifikasi Badan Usaha dan Tenaga Ahli Konstruksi Terowongan

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Bob Ali Azhari, menyatakan bahwa ke-34 perusahaan tersebut telah memperoleh Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan klasifikasi khusus Konstruksi Terowongan (KIKI 104). Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi dan kesiapan tenaga kerja nasional dalam menghadapi proyek-proyek berteknologi tinggi.

Tak hanya perusahaan, kualifikasi tenaga ahli juga ditingkatkan. Hingga Oktober 2025, tercatat 30 profesional telah tersertifikasi sebagai Ahli Madya Perencanaan Terowongan Jalan dan 24 orang sebagai Insinyur Muda Perencanaan Terowongan Jalan. Untuk memenuhi kebutuhan insinyur spesialis, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa magister di bidang struktur geologi dan terowongan.

Peran MTKBTI dalam Meningkatkan Kolaborasi Industri

Sebagai wadah bagi pelaku industri, Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI) telah resmi dibentuk. Pembentukan asosiasi ini didorong oleh maraknya proyek bawah tanah di Indonesia, seperti MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan rencana immersed tunnel menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua MTKBTI, Weni Maulina, menekankan bahwa asosiasi ini menjadi platform untuk diskusi, mencari solusi, dan berkomunikasi dengan regulator. Fokus ke depan adalah pada pelatihan dan sertifikasi untuk meningkatkan kapasitas insinyur. Saat ini, MTKBTI telah menerima 130 pendaftar individual dan menargetkan 15 anggota korporasi pada tahun ini.

Tantangan dan Potensi Konstruksi Bawah Tanah di Indonesia

Industri konstruksi bawah tanah Indonesia menghadapi tantangan teknis utama, yaitu kondisi geologi dan geoteknik yang sangat bervariasi di tiap daerah. Solusinya terletak pada peningkatan kemampuan SDM dan transfer teknologi.

Arnold Dic, Past President The International Tunnelling and Underground Space Association (ITA-AITES) 2022–2025, menyoroti pentingnya infrastruktur bawah tanah untuk masa depan kota-kota di Indonesia. Meski manfaatnya tidak langsung terlihat, pengembangan sektor ini, seperti sistem drainase dan transportasi bawah tanah, merupakan kunci untuk mengatasi masalah banjir dan kemacetan, sebagaimana telah terbukti di kota-kota seperti Bangkok.

Kunci utama pengembangan sektor ini adalah kesabaran dan konsistensi, karena dampak positifnya terhadap perekonomian dan kualitas hidup masyarakat sangat signifikan dalam jangka panjang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar