PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pemilik gerai KFC di Indonesia, mencatatkan perbaikan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan perusahaan tumbuh 16 persen menjadi Rp2,79 triliun, sementara rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 60 persen menjadi Rp56,74 miliar.
Direktur FAST, Dio May Avico, menyatakan bahwa perusahaan terus memperkuat pengendalian biaya, mengoptimalkan rantai pasok, dan meningkatkan efisiensi operasional di seluruh jaringan restoran. "Upaya tersebut dilakukan dengan memastikan setiap keputusan bisnis tetap berorientasi pada konsumen sekaligus mendukung keberlanjutan kinerja perseroan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (13/8/2026).
Perbaikan kinerja ini terlihat dari rugi usaha yang berhasil ditekan signifikan sebesar 77,35 persen, dari Rp143,18 miliar menjadi Rp32,42 miliar. Namun, margin laba bruto mengalami penyesuaian menjadi 55,81 persen pada semester I 2026. Hal ini seiring dengan kebijakan perusahaan yang tetap menjaga keterjangkauan harga bagi konsumen di tengah kenaikan harga bahan baku yang terjadi pada kuartal II.
Meski momentum positif sudah terasa sejak awal tahun, tantangan lebih besar muncul pada kuartal kedua. Meski demikian, perseroan menegaskan bahwa berbagai program efisiensi dan transformasi yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional.