Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (11/8). Setelah sempat menguat di awal sesi, IHSG akhirnya terpeleset ke level 6.267,88, atau turun 97,49 poin (1,53%) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan IHSG sejalan dengan indeks LQ45 yang juga terkoreksi 1,31% ke level 625,79. Nilai transaksi hari ini tercatat sebesar Rp 14,33 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 34,92 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,19 juta kali.
Top Gainers dan Top Losers
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan. Saham CSMI (Cipta Selera Murni) melonjak 35% ke level 108, diikuti oleh STAR (Calculus Global Ventures) yang naik 24,70% ke 414. Saham YPAS (Yanaprima Hastapersada) juga menguat 24,41% ke 790, sementara FAST (Fast Food Indonesia) dan KJEN (Krida Jaringan Nusantara) masing-masing naik 14,84% dan 14,10%.
Di sisi lain, sejumlah saham justru terpantau tertekan. IKBI (Sumi Indo Kabel) menjadi top loser dengan penurunan 14,94% ke 655, disusul SULI (SLJ Global) yang melemah 14,78% ke 98. Saham BAIK (Bersama Mencapai Puncak) turun 14,50% ke 560, GMFI (Garuda Maintenance Facility Aero Asia) terkoreksi 12,68% ke 62, dan TALF (Tunas Alfin) melemah 11,62% ke 875.
Saham Paling Aktif
Dari sisi nilai transaksi, saham TPIA (Chandra Asri Pacific) mencatatkan nilai tertinggi sebesar Rp 775,16 miliar, diikuti BBCA (Bank Central Asia) dengan Rp 703,41 miliar. Saham BUMI (Bumi Resources) mencatatkan nilai transaksi Rp 660,09 miliar, sementara DSSA (Dian Swastatika Sentosa) dan BMRI (Bank Mandiri) masing-masing sebesar Rp 648,17 miliar dan Rp 610,88 miliar.
Adapun dari sisi volume, saham BUMI menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan 36,47 juta lembar saham. Menyusul GIAA (Garuda Indonesia) dengan 30,09 juta lembar, GMFI (Garuda Maintenance Facility Aero Asia) 15,28 juta lembar, BNBR (Bakrie & Brothers) 15,15 juta lembar, dan JGLE (Graha Andrasentra Propertindo) 13,16 juta lembar.
Rupiah dan Bursa Asia
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah di level Rp 17.865 pada sore ini. Dibandingkan harga pembukaan pagi tadi di posisi Rp 17.735, rupiah tercatat melemah 129,3 poin atau 0,73%.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 2,07% ke 66.970,22, sementara indeks Hang Seng di Hongkong turun 1,10% ke 25.652,82. Indeks SSE Composite di China melemah 0,82% ke 3.934,09, sedangkan indeks Straits Times di Singapura naik 0,68% ke 5.737,19.
Artikel Terkait
IHSG Melemah 1,53 Persen, Saham CSMI Catat Kenaikan Tertinggi 35 Persen
IHSG Anjlok 1,53 Persen ke Level 6.267, Sektor Kesehatan Satu-satunya yang Menguat
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Tembus Rp17.861
IHSG Sesi I Berbalik Melemah ke 6.309,90, Tiga Sektor Jadi Penopang