IHSG Sesi I Berbalik Melemah ke 6.309,90, Tiga Sektor Jadi Penopang

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:50 WIB
IHSG Sesi I Berbalik Melemah ke 6.309,90, Tiga Sektor Jadi Penopang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah pada perdagangan sesi pertama Selasa (11/8/2026). Setelah sempat dibuka di zona hijau pada level 6.383,81, indeks justru terpeleset 0,87 persen ke posisi 6.309,90 pada penutupan sesi I. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang cukup dominan, dengan titik terendah indeks menyentuh 6.291,19.

Data perdagangan menunjukkan bahwa sebanyak 170 saham berhasil menguat, sementara 488 saham lainnya tertekan ke zona merah, dan 305 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,82 triliun dengan volume 20,04 miliar saham. Kondisi ini menggambarkan sentimen pasar yang masih rapuh, terutama di tengah kekhawatiran pelaku pasar terhadap sejumlah faktor eksternal dan internal.

Pelemahan IHSG juga diikuti oleh mayoritas indeks sektoral. Indeks LQ45 turun 0,94 persen, IDX30 melemah 0,95 persen, JII turun 0,61 persen, ISSI melemah 0,76 persen, dan SRI-KEHATI terkoreksi 0,89 persen. Dari sisi sektoral, hampir semua sektor berada di zona merah, kecuali sektor kesehatan yang masih mampu menguat tipis 0,11 persen. Sektor energi, infrastruktur, bahan baku, siklikal, keuangan, properti, nonsiklikal, industri, dan teknologi semuanya berbalik melemah.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Trimegah Asset Management (XTRA) melonjak 25 persen, disusul Syailendra Capital (XSGO) yang naik 24,95 persen, dan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menguat 24,70 persen. Ketiganya menjadi top gainers pada sesi ini.

Sementara itu, di sisi pelemahan, PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) memimpin top losers dengan penurunan 14,94 persen, diikuti PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) yang turun 14,50 persen, dan PT SLJ Global Tbk (SULI) melemah 11,30 persen. Tekanan jual yang cukup dalam pada saham-saham tersebut turut mempengaruhi laju indeks.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags