Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (11/8), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah. Pada Senin (10/8), IHSG turun 0,69 persen atau 44,28 poin ke level 6.365,37. Pelemahan ini terjadi meskipun Presiden telah mencalonkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, yang dinilai belum mampu mendorong penguatan indeks hingga penutupan.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan, secara teknikal indikator Stochastic RSI telah mendekati area overbought dan volume jual meningkat. Namun, histogram MACD masih berada di area positif dan pergerakan IHSG tetap di atas level MA5 hingga MA50. Karena itu, perusahaan sekuritas ini memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.450.
Indeks Keyakinan Konsumen Menurun
Phintraco juga menyoroti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang kembali turun pada Juli 2026, melanjutkan tren pelemahan tiga bulan berturut-turut. IKK tercatat di level 116,8, turun dari 117,8 pada Juni 2026, dan menjadi level terendah sejak April 2025. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang turun menjadi 107,9 dari sebelumnya 109,2, serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang melemah menjadi 125,7 dari 126,4.
“Meskipun demikian, indeks tersebut tetap berada di zona optimis, yang menunjukkan bahwa keyakinan konsumen masih positif meskipun terjadi penurunan,” tulis Phintraco dalam risetnya.
Di sisi lain, penjualan sepeda motor menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada Juli 2026, penjualan meningkat 8,3 persen secara tahunan menjadi sekitar 636 ribu unit, setelah sebelumnya hanya tumbuh 1,1 persen pada Juni 2026. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Oktober 2014, seiring meredanya tekanan inflasi pada bulan tersebut.
Untuk perdagangan Selasa, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham HRUM, ESSA, ADRO, AADI, dan MYOR sebagai pilihan utama.
Potensi Koreksi Jangka Pendek
Sementara itu, analis MNC Sekuritas menilai pelemahan pada Senin muncul karena adanya tekanan jual. Posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [iv]. “Hal tersebut berarti IHSG berpeluang menguat dengan target 6.440-6.544,” kata MNC Sekuritas dalam risetnya.
Kendati demikian, MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya potensi lanjutan koreksi dalam jangka pendek ke rentang 6.308 hingga 6.360. Adapun saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada Selasa adalah DSSA, ESSA, HRTA, dan WIFI.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.
Artikel Terkait
Investor Pasar Modal Tembus 30,27 Juta, OJK Akui IHSG Masih Tertekan
IHSG Ditutup Melemah 0,69 Persen ke 6.365,37
IHSG Melemah di Tengah Penguatan Rupiah dan Bursa Asia
IHSG Ditutup Melemah 0,49 Persen ke 6.378 pada Sesi I