Jasa Teman Lari Kian Diminati, Tarifnya Mulai Rp50 Ribu

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:30 WIB
Jasa Teman Lari Kian Diminati, Tarifnya Mulai Rp50 Ribu

Lari kini bukan sekadar olahraga. Seiring meningkatnya tren hidup sehat dan menjamurnya komunitas lari, kebutuhan para pelari pun ikut berkembang. Salah satunya adalah jasa teman lari, yang menawarkan layanan menemani latihan hingga persiapan lomba seperti maraton.

Ide bisnis ini berawal dari pengalaman Apri, salah satu penyedia jasa teman lari, yang menjadi pacer sejak 2017. Dari situ, ia melihat banyak pelari yang butuh teman saat latihan, terutama untuk lari jarak jauh. "Selain hobi juga ada banyak kebutuhan. Biasanya kalau pelari mau mengikuti suatu lomba long run di akhir pekan biasanya, itu untuk melatih daya tahan tubuhnya untuk mencapai jarak tertentu pasti butuh teman. Kalau dia (pelari) lari sendiri merasa bosan, nggak mampu makanya butuh teman," kata Apri saat ditemui di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (9/8).

Apri memilih ikut berlari bersama kliennya agar bisa menyesuaikan kecepatan dengan kemampuan mereka. "Saya sendiri sih lebih kepada teman lari jadi saya bisa merasakan bisa ikut merasakan apa yang dia rasakan juga sebagai pelari juga. Jadi bisa mengatur pace-nya dengan kecepatannya yang dibutuhkan atau yang disesuaikan dengan si pelari itu sendiri, jadi lebih dekat aja hubungannya kalau kita sama-sama lari juga gitu dibanding pakai sepeda," ujarnya.

Selain menemani berlari, Apri juga membantu kebutuhan klien di lintasan, seperti mengambil foto, memberikan air dan gel, hingga menyediakan makanan, terutama saat lari trail. "Kalau lari kan pasti haus ataupun agak lapar apalagi di lintasan trail di gunung atau pegunungan itu harus lebih banyak membawa asupan," jelasnya.

Untuk tarif, Apri tidak mematok harga khusus. Sekali lari, tarifnya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Untuk long run 20-25 kilometer, tarifnya Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Ada satu momen yang paling membekas bagi Apri: menemani seorang guru asal Filipina yang mengajar di Jakarta mengikuti lomba lari 21 kilometer. Itu adalah pengalaman pertama bagi perempuan tersebut, yang larinya didedikasikan untuk mendiang suaminya yang meninggal karena sakit. "Akhirnya saya bisa berhasil menemani dia sampai finish dan larinya dia itu didedikasikan untuk mendiang suaminya yang meninggal karena sakit waktu itu. Jadi itu sangat berharga sekali, dia bisa membuktikan bahwa dia mampu lari," ujar Apri.

Teman Lari Ada yang Pakai Sepeda

Jasa teman lari tidak selalu dilakukan dengan berlari. Fendri, penyedia jasa lainnya, justru memilih menggunakan sepeda. Ia memulai usahanya pada Mei 2026 setelah merasakan kesulitan membawa air saat lari jarak jauh. "Jadi saya rasa kayanya pelari yang lain harusnya merasakan hal yang sama kalau lari jauh, jadi saya coba buka jasa temen lari pake sepeda. Jadi mereka nggak ribet kalau air habis nggak perlu berhenti beli atau cari di minimarket karena sudah dititipkan di tas, tinggal kasih," kata Fendri.

Fendri menyediakan layanan tambahan seperti menitipkan barang, menyediakan minuman, mengambil video, dan membantu mengarahkan rute. Tarifnya berdasarkan durasi, Rp 50 ribu per 30 menit. Ia pernah menemani klien lari hingga 35 kilometer di rute-rute seperti GBK, Sudirman, HI, Monas, Rasuna Said, Kuningan, SCBD, hingga Blok M.

Meski menggunakan sepeda, Fendri mengaku ada tantangannya, terutama saat berkomunikasi dengan klien yang sudah lelah. "Salah satu challenge-nya kita itu adalah ketika kita butuh informasi dari si pelari, dan pada saat itu pelari kan larinya jauh ya, jadi mereka itu biasanya sudah capek dan itu kadang mereka kita tanya apa itu mereka dengarnya susah, kemudian mereka jawab apa juga kadang kita dengarnya susah," ujarnya.

Saat ini, mayoritas klien Fendri adalah pelari yang sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba maraton.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags