IHSG Tembus 6.400, Saham DCII dan BBRI Jadi Motor Penggerak

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:20 WIB
IHSG Tembus 6.400, Saham DCII dan BBRI Jadi Motor Penggerak

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sepanjang pekan ini, dengan kenaikan 2,78 persen dan berhasil menembus kembali level 6.400. Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), indeks ditutup menguat 1,04 persen ke posisi 6.409,65.

Penguatan ini ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, dengan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi kontributor terbesar. Saham yang terafiliasi dengan taipan Anthoni Salim ini melonjak 7,42 persen secara mingguan ke level Rp205.550 per unit, menyumbang 14,43 poin bagi indeks.

Di sektor lain, infrastruktur mencatat penguatan terbesar dengan kenaikan 2,17 persen, sementara sektor barang konsumen siklikal menjadi satu-satunya yang melemah, turun 0,69 persen.

Kontributor Utama

Selain DCII, saham-saham besar lainnya turut mendorong laju IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 2,96 persen menjadi Rp3.130 per unit, memberikan kontribusi 13,14 poin. Saham tambang Grup Salim, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), naik 7,32 persen ke Rp4.400 per unit dengan sumbangan 12,64 poin.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinar Mas mencatat kenaikan 14,71 persen, berkontribusi 10,72 poin. Sementara itu, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) milik Grup Bakrie menjadi yang paling melesat dengan kenaikan mingguan 21,23 persen, menyumbang 9,54 poin.

Saham Grup Bakrie-Salim, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), naik 9,82 persen dengan kontribusi 8,18 poin. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 13,26 persen dan menambah 8,14 poin, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang naik 13,33 persen dengan sumbangan 8,09 poin.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 3,04 persen, memberikan kontribusi 7,38 poin, sedangkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,78 persen dan menyumbang 6,19 poin.

Rupiah dan Cadangan Devisa

Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,15 persen ke level Rp17.897 per dolar AS pada Jumat. Namun, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi USD145,3 miliar pada Juli 2026, dari USD145,6 miliar pada bulan sebelumnya.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan rupiah lebih lanjut.

Properti dan Prospek Teknikal

Sementara itu, harga properti residensial di Indonesia tumbuh 0,69 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan 0,62 persen pada kuartal I-2026. Pertumbuhan yang masih moderat itu didukung oleh peningkatan harga di sejumlah kota.

Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tren IHSG mulai menunjukkan sinyal positif. Secara mingguan, indikator MACD membentuk golden cross, sementara histogram MACD telah berada di area positif. Meski demikian, Stochastic RSI berada di area overbought, sehingga ruang penguatan IHSG berpotensi menghadapi tekanan.

IHSG saat ini mendekati MA20 mingguan di sekitar level 6.488. Phintraco Sekuritas memperkirakan, apabila IHSG mampu menembus level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 6.500 pada pekan depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags