Presiden Prabowo Subianto mencoba langsung ketahanan genteng berbahan sabut kelapa yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat mengunjungi stan pameran dalam acara Pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset BRIN di Istana Jakarta, Kamis (6/8). Dengan menginjak genteng tersebut, Prabowo ingin memastikan kualitas inovasi yang tengah dikembangkan oleh para peneliti dalam negeri.
Kedatangan Prabowo ke stan genteng itu disambut oleh para peneliti yang tengah memamerkan karya mereka. Ia pun langsung bertanya tentang asal tim pengembang inovasi tersebut. "Dari mana kau?" tanyanya. Peneliti menjawab bahwa mereka berasal dari Pusat Riset Cianjur, Jawa Barat.
Setelah itu, Prabowo menanyakan biaya produksi genteng ramah lingkungan tersebut. Peneliti menjelaskan bahwa saat ini harga produksinya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 26.000 per buah. Namun, biaya tersebut diperkirakan bisa ditekan jika kapasitas produksi ditingkatkan. "Genteng tanah itu Rp 7.000 per pcs-nya. Kita masih Rp 26.000, Rp 15.000 sampai Rp 26.000. Dengan kapasitas yang lebih besar bisa berkurang lagi menjadi Rp 10.000, Pak. Tapi ini juga lebih ringan, lebih tahan lama, dan ramah lingkungan," jelas peneliti.
Peneliti juga mengungkapkan bahwa genteng berbasis sabut kelapa ini sedang dikembangkan bersama mitra industri. Mereka mengklaim produk tersebut memiliki daya tahan yang baik. "Sekarang sedang berkolaborasi dengan mitra industri. Bisa dilempar, Pak, gentengnya. Diinjak juga bisa," ucap peneliti.
Mendengar penjelasan tersebut, Prabowo langsung menguji ketahanan genteng dengan menginjaknya. "Ini kuat ya? Enggak pecah?" tanyanya sambil membawa genteng. "Betul, enggak mudah pecah," jawab peneliti.
Selanjutnya, Prabowo menanyakan estimasi biaya penggunaan genteng tersebut untuk rumah tipe 36. Peneliti menyebutkan biayanya diperkirakan mencapai sekitar Rp 11 juta. Ia menambahkan bahwa inovasi genteng ini sebelumnya telah dimanfaatkan untuk bantuan pembangunan rumah di Nias melalui TNI Angkatan Darat. "Waktu kemarin kami mengirim ke Nias, untuk bantuan TNI Angkatan Darat. Itu satu rumahnya sekitar Rp 12.000.000 untuk gentengnya saja, tipe 4x6," tutur peneliti.
Artikel Terkait
Prabowo Akui Pendidikan RI Tertinggal, Singgung Tantangan Geografis
Prabowo: Indonesia Butuh Banyak Orang Pintar untuk Kuasai Sains dan Teknologi
Prabowo: Indonesia Butuh Banyak SDM Unggul Sains dan Teknologi
Prabowo Sedih Timnas Gagal ke Piala Dunia, Minta Tak Ada yang Cari Kambing Hitam