Thailand Tawarkan Kerja Sama Pangan ke Indonesia, Siap Pasok Beras dan Minta Pupuk Urea

- Senin, 03 Agustus 2026 | 20:24 WIB
Thailand Tawarkan Kerja Sama Pangan ke Indonesia, Siap Pasok Beras dan Minta Pupuk Urea

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menawarkan sejumlah kerja sama baru di bidang ketahanan pangan saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8). Dua poin utama yang menjadi sorotan adalah rencana Thailand memasok beras berkualitas tinggi ke Indonesia, serta niat Bangkok untuk memperbesar impor pupuk urea dari Tanah Air.

Anutin menegaskan bahwa Thailand siap menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Indonesia dalam hal pangan. "Di bidang beras, Thailand siap menjadi pemasok beras berkualitas tinggi yang dapat diandalkan untuk Indonesia," ujarnya.

Selain beras, Anutin juga meminta dukungan Indonesia untuk membuka lebih banyak impor produk pertanian Thailand, seperti daging, susu, dan mesin-mesin pertanian.

Di sisi lain, Thailand menyampaikan keinginan untuk memperbesar impor pupuk urea dari Indonesia sebagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Anutin mengungkapkan bahwa volume impor urea dari Indonesia saat ini baru berkisar 60.000 ton per tahun, dan pihaknya berharap angka ini bisa melonjak signifikan.

"Kami juga ingin mengimpor lebih banyak pupuk urea dari Indonesia. Bahwa kita dapat meningkatkan volume produksi saat ini dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton per tahun," kata Anutin.

Tawaran kerja sama pangan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis kedua negara, yang telah diumumkan sejak kunjungan Presiden Prabowo ke Thailand tahun lalu. Selain isu pangan, pertemuan kedua pemimpin turut membahas berbagai bidang lain, mulai dari perdagangan, investasi, energi, hingga pertahanan dan keamanan.

Dengan populasi gabungan lebih dari 350 juta jiwa, Indonesia dan Thailand dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas kerja sama di sektor pangan, termasuk perikanan dan industri halal, guna memperkuat ketahanan pangan kawasan ASEAN.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags