Ekspansi Masif dan Spekulasi Akuisisi Nestle Dorong Aksi Borong Asing pada Saham BAIK

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:05 WIB
Ekspansi Masif dan Spekulasi Akuisisi Nestle Dorong Aksi Borong Asing pada Saham BAIK

Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) menjadi incaran investor asing sepanjang Juli 2026. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai pembelian asing atas saham emiten rantai pasok bahan baku bisnis hotel, restoran, dan kafe (horeca) ini mencapai Rp35,78 miliar, sementara nilai penjualannya Rp19,57 miliar. Alhasil, terjadi akumulasi pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp16,22 miliar.

Dari sisi volume, asing memborong 53,32 juta saham dan melepas 28,92 juta saham, sehingga net buy volume mencapai 24,40 juta saham. Transaksi ini menyumbang sekitar 11,34 persen dari total nilai perdagangan saham BAIK.

Aksi beli ini dipicu oleh ekspansi bisnis yang masif serta kabar ketertarikan perusahaan multinasional Nestle untuk mengakuisisi sebagian saham perseroan. Manajemen BAIK memang mengaku tengah menjajaki kerja sama dengan investor strategis asing terkait rencana pembangunan pabrik baru di Malang, Jawa Timur.

"Kami memang sedang intens dalam menjajaki berbagai peluang strategis dengan pihak eksternal demi memperkuat langkah ekspansi perseroan ke panggung internasional," ujar Direktur Utama BAIK, Nanang Suherman, dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026).

Meski demikian, Nanang menegaskan belum ada keputusan final atau perjanjian mengikat yang bisa dipublikasikan. Namun, minat investor tidak hanya didorong spekulasi akuisisi, tetapi juga realisasi ekspansi bisnis yang telah berjalan dan menghasilkan keuntungan lebih maksimal.

Di sektor ritel, BAIK telah menggandeng Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, dan Dewa Eka Prayoga untuk meluncurkan lini camilan siap makan premium tanpa pengawet, seperti cumi hitam, peyek udang rebon, dan ayam oseng mercon. Perseroan juga tengah mematangkan kerja sama dengan TransJakarta untuk membangun coffee tenant dan booth kreatif di halte BRT, serta memperkuat program Tumbuh Bersama Mitra Binaan yang telah menjangkau 1.000 UMKM di seluruh Indonesia.

Langkah ekspansi hulu-hilir tersebut semakin lengkap dengan rencana pembangunan pabrik sterilisasi modern serta kemitraan pasokan telur skala besar di Semarang.

"Masuknya dana asing secara konsisten ini tentu menjadi sinyal positif di tengah momentum pertumbuhan bisnis kami, yang juga sebagai konfirmasi bahwa arah ekspansi perseroan telah berada di jalur yang tepat," ujar Nanang.

Dengan fundamental yang membaik, diversifikasi bisnis yang agresif, serta potensi kemitraan strategis internasional, Nanang optimistis saham BAIK akan tetap menjadi salah satu saham paling prospektif hingga akhir tahun. Optimisme ini dibuktikan dengan aksi borong saham oleh Nanang sendiri dan Komisaris Utama Yeni Isnawati, dengan volume akumulatif mencapai ratusan ribu unit saham.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags