Penjualan Antam Meningkat di Semester I 2026, Feronikel Tumbuh 32 Persen

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:48 WIB
Penjualan Antam Meningkat di Semester I 2026, Feronikel Tumbuh 32 Persen

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat pertumbuhan penjualan pada sejumlah komoditas utama sepanjang semester I 2026. Penjualan emas mencapai 18.080 kilogram (581.286 troy ons), sementara penjualan feronikel meningkat 32 persen menjadi 7.605 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif ini juga ditopang oleh peningkatan penjualan komoditas lainnya. Penjualan bijih nikel mencapai 3,37 juta wet metric ton (wmt), sedangkan penjualan bauksit naik 24 persen menjadi 1,26 wmt. Adapun penjualan Chemical Grade Alumina (CGA) meningkat 10 persen menjadi 100.437 ton sepanjang Januari-Juni 2026.

Pada kuartal II 2026, Antam membukukan volume penjualan emas sebesar 9.615 kg (309.129 troy ons), sehingga mendorong total penjualan semester I menjadi 18.080 kg (581.286 troy ons).

Untuk komoditas feronikel, seluruh volume penjualan diserap pasar ekspor dengan tujuan utama China, India, dan Korea Selatan. Sementara itu, seluruh penjualan bijih nikel dan bauksit dialokasikan ke pasar domestik guna mendukung kebutuhan smelter dan industri pengolahan mineral dalam negeri.

Eksplorasi dan Keberlanjutan

Dari sisi eksplorasi, sepanjang Januari-Juni 2026, Antam mengalokasikan biaya eksplorasi sebesar Rp 72,60 miliar untuk mendukung keberlanjutan sumber daya dan cadangan mineral strategis.

Untuk komoditas emas, eksplorasi dilakukan di Pongkor, Jawa Barat, meliputi pengeboran bawah tanah dan permukaan, pemetaan geologi, pengambilan sampel, geokimia, hingga analisis laboratorium. Antam juga memperoleh tiga blok Penugasan Penyelidikan dan Penelitian dari Kementerian ESDM di Jawa Timur.

Sementara itu, untuk komoditas nikel, kegiatan eksplorasi berlangsung di Konawe Utara dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, serta Marimoi dan wilayah PT Sumberdaya Arindo (SDA) di Buli, Maluku Utara. Aktivitas tersebut mencakup pengeboran, pemetaan geologi, pengambilan sampel, hingga analisis kimia.

Adapun eksplorasi bauksit dilakukan di Tayan dan Landak, Kalimantan Barat, melalui pengeboran, pemetaan geologi, pengukuran geodetik, dan geokimia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags