PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi menunjuk dua komisaris baru, Ubaidillah Amin dan Hambra Samal. Ubaidillah, yang akrab disapa Gus Ubaid, dikenal sebagai Staf Khusus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pengangkatan keduanya tertuang dalam Keputusan RUPS Nomor 355 Tahun 2026 dan SK Nomor SK.124/DI-DAM/DU/2026, efektif sejak 27 Juli 2026. Penunjukan ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) oleh Ali Sodikin, Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo.
"Masa jabatan anggota-anggota Dewan Komisaris sebagaimana dimaksud terhitung mulai tanggal 27 Juli 2026," ujar Ali Sodikin melalui keterangan tertulis, Jumat (31/7).
Bagi Pelindo, Gus Ubaid bukan wajah baru. Tokoh NU asal Jawa Timur ini sebelumnya menjabat Komisaris PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) periode 2019–2021, dan Komisaris PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) pada 2021–2023.
Di luar sektor logistik dan kepelabuhan, Gus Ubaid memiliki pengalaman luas di birokrasi pemerintahan. Sebelum menjadi Stafsus Menkeu, ia pernah menjadi Tim Khusus Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2015–2016, Tim Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada 2016–2019, Staf Khusus Menteri Agama pada 2019–2020, serta Staf Teknis Menteri Kesehatan sejak 2021. Ia juga tercatat sebagai Penasihat Khusus Archipelagic and Island States (AIS) Forum.
Pendidikan Gus Ubaid ditempuh di Program Pascasarjana Hukum dan Pembangunan Universitas Airlangga, lulus pada 2023. Sebelumnya, ia belajar di Al Azhar University pada 2004–2008. Kini, ia sedang menempuh Program Doktoral Hukum dan Pembangunan di Universitas Airlangga.
Sementara itu, Hambra Samal, yang kini menjabat Deputi di Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), membawa pengalaman panjang di Kementerian BUMN serta jajaran direksi Pelindo periode sebelumnya. Pria kelahiran Ketapang, 10 Oktober 1968, ini meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Pattimura Ambon pada 1994 dan Magister Humaniora dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2010.