Euforia kecerdasan buatan (AI) yang sempat mengangkat valuasi saham-saham teknologi kini mulai memakan korban. Situational Awareness, hedge fund yang dikenal agresif bertaruh pada sektor AI, terpaksa menjual sebagian besar portofolio sahamnya kepada Citadel setelah terpukul oleh penurunan tajam saham AI dan tekanan margin call.
Transaksi tersebut terjadi setelah Situational Awareness mengalami kerugian besar akibat anjloknya harga sejumlah saham yang menjadi andalannya di sektor rantai pasok AI, demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) pada Kamis (30/7/2026). Dana lindung nilai yang baru berdiri sekitar dua tahun lalu itu sebelumnya berkembang sangat cepat. Aset kelolaannya diperkirakan telah melampaui USD20 miliar, atau sekitar Rp361,48 triliun (kurs Rp18.074 per USD), menjadikannya salah satu hedge fund dengan pertumbuhan tercepat dalam beberapa tahun terakhir.
Situational Awareness dipimpin oleh Leopold Aschenbrenner, mantan peneliti OpenAI yang masih berusia pertengahan 20-an. Ia dikenal luas setelah menerbitkan esai mengenai prospek AI pada 2024, yang membuat pandangannya banyak diikuti oleh investor maupun pelaku industri.
Namun, jebloknya saham-saham AI dalam beberapa pekan terakhir membalikkan keadaan. Kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal (capex) perusahaan AI serta tingginya biaya pinjaman memicu aksi jual di sektor teknologi, sehingga menekan nilai portofolio Situational Awareness. WSJ melaporkan bahwa perusahaan tersebut menggunakan dana pinjaman (leverage) untuk memperbesar investasinya. Ketika harga saham terus turun, Situational menghadapi tuntutan tambahan jaminan (margin call) dari para krediturnya sehingga harus mencari likuiditas.
Dalam kondisi tersebut, Citadel mengambil alih portofolio saham publik yang dibiayai menggunakan pinjaman. Sementara itu, aset yang dibeli menggunakan dana investor tetap berada di bawah pengelolaan Situational Awareness. Portofolio hedge fund tersebut diketahui mencakup sejumlah perusahaan yang berkaitan dengan ekosistem AI, termasuk produsen chip memori SK Hynix, Sandisk, perusahaan fuel cell Bloom Energy, hingga penyedia layanan komputasi awan AI Nebius Group. Saham-saham tersebut mengalami koreksi tajam dalam sebulan terakhir seiring memudarnya optimisme terhadap sektor AI.
Meski melepas sebagian portofolio saham publiknya, Situational masih mempertahankan investasi di sejumlah perusahaan privat, termasuk Anthropic, salah satu pengembang model AI terbesar di dunia. WSJ juga menyebut hedge fund Millennium Management sempat mengajukan penawaran untuk membeli portofolio tersebut sebelum akhirnya Citadel menjadi pihak yang mengakuisisinya.
Bagi Citadel, langkah ini bukan hal baru. Hedge fund yang mengelola aset sekitar USD71 miliar, atau setara Rp1.283,25 triliun, memiliki rekam jejak membeli aset dari pelaku pasar yang terpaksa menjual akibat tekanan keuangan.