PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang dikenal dengan merek Surge, resmi menerbitkan obligasi berdenominasi yen Jepang atau Samurai Bonds senilai JPY21,4 miliar. Dengan asumsi kurs Rp113 per yen, nilai emisi tersebut setara dengan sekitar Rp2,4 triliun.
Direktur Utama IJE Hendrik Tee mengungkapkan, penerbitan surat utang itu dilakukan di pasar modal Jepang pada 24 Juli 2026. Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri: seri pertama bertenor tiga tahun senilai JPY19,4 miliar dengan tingkat bunga 3,40 persen per tahun, dan seri kedua bertenor lima tahun senilai JPY2 miliar dengan bunga 3,92 persen per tahun.
“Samurai Bonds tersebut memperoleh peringkat BBB dari Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR),” kata Hendrik dalam keterbukaan informasi, Senin (27/7/2026).
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, terutama belanja modal terkait pengembangan, perluasan, dan pemeliharaan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) serta infrastruktur telekomunikasi pendukung. Selain itu, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja, pembiayaan kembali atau pelunasan fasilitas utang yang telah ada, serta kebutuhan umum perusahaan.
Hendrik menilai penerbitan Samurai Bonds akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan dan pengembangan bisnis Grup Surge. Pasalnya, aksi korporasi ini menyediakan sumber pendanaan jangka panjang yang kompetitif sekaligus mendiversifikasi akses pendanaan dari pasar modal internasional. Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan digital, sehingga memperkuat kapasitas operasional serta mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Dari sisi hukum, IJE memastikan penerbitan Samurai Bonds telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta persyaratan regulator dan otoritas terkait di Jepang. Perseroan menegaskan aksi korporasi tersebut tidak memberikan dampak material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Sebaliknya, penerbitan obligasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan grup dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Hashim Djojohadikusumo dan Fadel Muhammad Masuk Jajaran Komisaris Surge, Hendrik Tee Jadi Dirut