Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perubahan komposisi pada sejumlah indeks, termasuk LQ45, IDX30, dan IDX80. Dua saham terdepak dari indeks LQ45, sementara dua saham lainnya masuk sebagai penghuni baru.
Dalam pengumuman pada Senin (27/7/2026), Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, mengatakan hasil evaluasi berkala Juli 2026 akan berlaku mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.
Dua saham yang dikeluarkan dari indeks LQ45 adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Sejak awal tahun, saham SMGR telah terkoreksi sekitar 45 persen ke level Rp1.455 per saham. Sementara itu, saham TOWR melemah sekitar 30,6 persen menjadi Rp406 per saham.
Sebagai pengganti, BEI memasukkan PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Dalam indeks LQ45, INDY memiliki bobot 0,25 persen, sedangkan NCKL sebesar 0,46 persen.
Secara keseluruhan, tiga saham perbankan berkapitalisasi besar masih menjadi konstituen dengan bobot terbesar di LQ45. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memiliki bobot 15,00 persen, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 13,23 persen dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar 10,91 persen.
Bobot BBCA turun dibandingkan praevaluasi yang sebesar 16,79 persen. Begitu pula BBRI yang turun dari 13,71 persen menjadi 13,23 persen. Sebaliknya, bobot BMRI meningkat dari 10,46 persen menjadi 10,91 persen.
Indeks LQ45 merupakan salah satu indeks utama BEI yang berisi 45 saham dengan tingkat likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Konstituen indeks dipilih berdasarkan sejumlah kriteria, antara lain nilai transaksi, frekuensi perdagangan, kapitalisasi pasar, serta kondisi fundamental emiten.
BEI melakukan evaluasi LQ45 secara berkala setiap enam bulan, yakni pada Januari dan Juli. Perubahan konstituen indeks biasanya menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi aliran dana dari reksa dana maupun investor institusi yang menggunakan LQ45 sebagai acuan investasi.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,9 Persen ke 6.196, Rupiah Ikut Tertekan
IHSG Anjlok 1,75 Persen ke 6.204 pada Sesi I, Rupiah Melemah
IHSG Dibuka Menguat ke 6.346, 266 Saham Hijau
IHSG Berbalik ke Zona Merah pada Sesi I, Turun ke 6.315