IHSG Diprediksi Menuju 6.400, Didukung Likuiditas Domestik dan Rotasi Sektoral

- Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB
IHSG Diprediksi Menuju 6.400, Didukung Likuiditas Domestik dan Rotasi Sektoral

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan hingga level 6.400 pada pekan ini. Keseimbangan antara fundamental ekonomi domestik yang kondusif dan ketahanan likuiditas lokal menjadi penopang utama pergerakan indeks.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, mengatakan saat ini IHSG berada dalam fase pullback menuju area pivot 6.150 hingga 6.200. Kondisi ini terjadi setelah breakdown di bawah dynamic resistance MA5 dan MA60, sejalan dengan indikator Stochastic RSI yang memasuki area overbought, meski histogram MACD masih menunjukkan sinyal positif.

Menurut Brigita, selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.111 hingga 6.150 dengan batas toleransi strong support pada kisaran 6.000 hingga 6.010 (MA20), struktur minor uptrend tetap terjaga. Peluang rebound pun terbuka lebar.

"Apabila IHSG mampu mengakhiri fase konsolidasi dan menembus resistance 6.340, hal tersebut akan mengonfirmasi kelanjutan penguatan menuju target 6.470 – 6.700 sekaligus menutup gap pada area atas," kata Brigita dalam risetnya, Senin (26/7/2026).

Pada pekan sebelumnya (20–24 Juli 2026), IHSG tercatat menguat tipis 0,34 persen ke posisi 6.196,43. Laju indeks sempat tertahan aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp3,37 triliun dalam sepekan, sehingga akumulasi capital outflow sepanjang tahun 2026 membengkak menjadi Rp79,09 triliun. Sikap hati-hati pemodal global ini terutama menekan saham berkapitalisasi besar, khususnya di sektor finansial.

Meski demikian, tekanan outflow berhasil diimbangi penguatan sektor properti dan energi yang terkatup optimisme kebijakan perumahan pemerintah serta melesatnya harga komoditas. Pergerakan bursa juga ditopang dominasi investor domestik yang menyumbang 69 persen dari total nilai transaksi harian.

"Kombinasi rotasi sektoral dan kuatnya likuiditas domestik menjaga IHSG tetap stabil di tengah tekanan eksternal. Valuasi pasar yang masih relatif atraktif pada PER 12,64x menjadi salah satu faktor yang menopang minat beli secara selektif," tegas Brigita.

Dari global, bursa saham masih dibayangi fase konsolidasi. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi risk-off dan wait and see menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal II serta hasil pertemuan bank sentral AS (FOMC Meeting) pada 30 Juli mendatang. Dinamika global juga dipengaruhi proteksionisme tarif Presiden Trump, ketegangan geopolitik AS-Iran yang sempat mendorong harga minyak Brent ke level USD100 per barel, serta aksi realisasi laba pada saham sektor teknologi dan kecerdasan buatan.

Di dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan serta solidnya pertumbuhan kredit memberikan sinyal positif bagi sektor keuangan. Namun, kenaikan harga minyak mentah dunia perlu diwaspadai karena berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan meningkatkan beban subsidi energi.

Dengan minimnya sentimen baru dari dalam negeri, pergerakan IHSG pekan ini diperkirakan sangat bergantung pada dinamika arus modal asing sebagai respons terhadap keputusan suku bunga The Fed dan arah pergerakan dolar AS.

Berikut rekomendasi IPOT untuk pekan ini:

1. Buy EMAS (Entry: 5.975-6.100, TP: 6.725, SL: 5.600).
2. Buy ITMG (Entry: 24.500, TP: 26.300, SL: 23.675).
3. Buy TAPG (Entry: 1.660-1.700, TP: 1.880, SL: 1.550).
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags