IHSG Diprediksi Melemah Tertekan Sentimen Global dan Aksi Ambil Untung

- Jumat, 24 Juli 2026 | 07:06 WIB
IHSG Diprediksi Melemah Tertekan Sentimen Global dan Aksi Ambil Untung

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (24/7). Tekanan berasal dari sejumlah sentimen global, mulai dari eskalasi geopolitik hingga lonjakan harga minyak dunia yang masih membayangi pergerakan indeks.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG terkoreksi 0,30 persen ke level 6.315. Pelemahan ini disertai peningkatan tekanan jual, dengan aksi lepas saham oleh investor asing mencapai Rp 712,21 miliar.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG mengalami overheat pada area MA60 resistance akibat dorongan aksi ambil untung.

"Pergerakan IHSG ditutup persis pada MA60 dan membentuk pola bearish pin bar. Indikator Stochastics K-D menunjukkan sinyal negatif serta RSI mengindikasikan kondisi jenuh beli (overbought)," ungkap Nafan dalam catatannya, Jumat (24/7).

Mirae Asset Sekuritas mematok level support IHSG hari ini di 6.261 dan 6.137, sementara resistance berada pada rentang 6.416 hingga 6.546.

Secara terpisah, MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini berada pada bagian dari wave iv dengan perkiraan area koreksi di kisaran 6.146–6.219. Kendati demikian, indeks dinilai masih menyimpan peluang menguat untuk menguji rentang 6.470–6.667 sekaligus menutup area gap. MNC Sekuritas menetapkan support di level 6.226 dan 6.111 serta resistance di 6.599 dan 6.705.

Tekanan dari Luar Negeri

Dari mancanegara, ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor risiko utama yang menekan pasar. Melambungnya harga minyak mentah Brent hingga melampaui 100 dolar AS per barel memicu kekhawatiran kembalinya lonjakan inflasi. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa suku bunga global akan bertahan tinggi lebih lama, yang berdampak pada penguatan imbal hasil obligasi AS serta menahan laju nilai tukar rupiah ke posisi Rp 17.936 per dolar AS.

Meski demikian, tekanan jual di pasar domestik diperkirakan cenderung terbatas. Langkah Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen dinilai mampu memberikan kepastian moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, maraknya aksi value unlocking pada saham-saham konglomerasi serta momentum antisipasi rilis kinerja keuangan Semester I-2026 turut menjaga rotasi likuiditas pasar tetap aktif.

Para analis merekomendasikan investor untuk tetap menerapkan manajemen risiko yang disiplin, memprioritaskan akumulasi pada saham-saham berfundamental solid dengan valuasi atraktif, serta mencermati emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah tren.

Adapun beberapa saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini antara lain BBRI, BRPT, EMAS, serta EXCL.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags