Harga minyak mentah dunia melonjak ke level tertinggi dalam hampir enam pekan pada perdagangan Rabu (22/7), didorong eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta ancaman terhadap pelayaran di Yaman. Sementara itu, mayoritas komoditas lain seperti timah, nikel, dan crude palm oil (CPO) juga menguat, hanya batu bara yang mengalami koreksi.
Minyak mentah berjangka Brent ditutup menguat 3,36 persen menjadi 94,07 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 2,95 persen ke 86,83 dolar AS per barel. Harga Brent sempat menyentuh level intraday tertinggi di 95,47 dolar AS per barel. Kenaikan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran pasokan akibat perang antara AS dan Iran, serta ancaman kelompok milisi Houthi yang didukung Iran terhadap aktivitas pelayaran di Yaman.
Di sisi lain, harga batu bara justru turun tipis 0,04 persen menjadi 30,85 dolar AS per ton untuk pengiriman Juli 2026, berdasarkan data ICE Newcastle.
CPO, Nikel, dan Timah Menguat
Harga minyak kelapa sawit (CPO) naik 0,26 persen menjadi 4.622 ringgit Malaysia per ton. Sementara itu, harga nikel di London Metal Exchange (LME) menguat 0,87 persen ke 17.234 dolar AS per ton. Harga timah juga tercatat naik tipis 0,07 persen menjadi 53.922 dolar AS per ton.
Artikel Terkait
Harga Minyak Kembali Tembus USD 100 Akibat Serangan Houthi di Laut Merah
Harga Minyak Menguat Lebih dari 1 Persen, Pasar Tunggu Perundingan AS-Iran
Prabowo Soroti Selisih Harga CPO RI-Harga Internasional Capai 50 Persen
Harga CPO Menguat Didorong Reli Minyak dan Kekhawatiran El Niño