Saham Konglomerasi Menggeliat, Grup Barito hingga Bakrie Pimpin Penguatan

- Selasa, 21 Juli 2026 | 11:50 WIB
Saham Konglomerasi Menggeliat, Grup Barito hingga Bakrie Pimpin Penguatan

Saham-saham konglomerasi kembali menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), melanjutkan reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditopang membaiknya sentimen terhadap saham berkapitalisasi besar. Penguatan dipimpin oleh emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu dan Grup Bakrie.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.54 WIB, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 5,34 persen ke Rp4.340 per unit dan telah menguat 9,87 persen dalam sepekan. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) menguat 5,26 persen ke Rp700, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik 5,22 persen ke Rp705, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bertambah 2,83 persen ke Rp2.180. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 1,94 persen ke Rp1.835, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 0,89 persen ke Rp3.390.

Dari Grup Bakrie, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melesat 9,05 persen ke Rp434 dan menjadi yang berkinerja terbaik setelah melonjak 21,23 persen dalam sepekan. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 5,92 persen ke Rp805, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 4,40 persen ke Rp166, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bertambah 3,16 persen ke Rp1.470, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 3,48 persen ke Rp595.

Penguatan juga terjadi pada saham Grup Haji Isam. PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melonjak 6,83 persen ke Rp1.095 dan menguat 8,42 persen dalam sepekan. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) naik 4,85 persen ke Rp1.945, dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) bertambah 4,26 persen ke Rp7.350.

Dari Grup Salim bersama Agung Sedayu, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat 4,88 persen ke Rp6.450 dan telah naik 9,32 persen dalam sepekan. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bertambah 4,24 persen ke Rp4.180, memperpanjang kenaikan mingguan menjadi 14,21 persen.

Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dari Grup Hapsoro naik 3,21 persen ke Rp965 setelah menguat 15,57 persen dalam sepekan. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 2,73 persen ke Rp940, sedangkan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) bertambah 2,62 persen ke Rp5.100.

Dari Grup Sinar Mas, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 7,98 persen ke Rp880 dan telah naik 10 persen dalam sepekan. Sementara itu, saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dari Grup Hashim Djojohadikusumo naik 2,50 persen ke Rp2.050 dengan kenaikan mingguan mencapai 12,02 persen.

Menurut pengamat pasar modal Michael Yeoh, reli saham konglomerasi terjadi setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam akibat perubahan konstituen indeks MSCI. Pelemahan tersebut, menurutnya, lebih bersifat teknis ketimbang mencerminkan penurunan fundamental emiten.

"Namun, dari koreksi tersebut kita juga melihat kondisi global yang mendukung, seperti kenaikan harga minyak dan harga-harga komoditas yang bergerak naik secara serempak," ujar Michael, Selasa (21/7/2026).

Ia menilai koreksi harga saham yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya pendapatan emiten membuat valuasi saham-saham konglomerasi semakin menarik. "Koreksi harga saham ditambah meningkatnya pendapatan membuat rasio price-to earnings (PE) saham-saham konglomerasi menjadi jauh lebih murah. Dan ini membuat beberapa saham mulai menunjukkan sinyal reversal," katanya.

Michael menambahkan, reli IHSG yang terjadi sejak titik terendah sejauh ini lebih banyak ditopang oleh investor domestik. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena pola serupa pernah terjadi saat pemulihan pasar setelah pandemi Covid-19. "Kita melihat pada rebound pasca-Covid-19 di 2021, IHSG juga sempat reli sekitar 28 persen dari titik terendah tanpa dukungan foreign inflow. Setelah indeks bergerak lebih tinggi, baru investor asing kembali masuk," ujarnya.

Secara teknikal, IHSG perlu menembus level 6.400 untuk mengonfirmasi penguatan lanjutan, sementara level 6.000 perlu dipertahankan sebagai area support.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags