Prabowo: Kopdes Merah Putih Targetkan Tekan Margin Distribusi Jadi 5-10 Persen

- Senin, 20 Juli 2026 | 18:12 WIB
Prabowo: Kopdes Merah Putih Targetkan Tekan Margin Distribusi Jadi 5-10 Persen

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bertujuan untuk menghapus praktik rentenir yang membebani petani. Menurutnya, rentenir mengenakan bunga hingga sekitar 1 persen per hari, sehingga menyulitkan petani meningkatkan kesejahteraan.

“Tujuannya (Kopdes Merah Putih) itu kita menemukan rantai pasok ini bisa memicu menghemat ratusan ribu triliun rupiah,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7).

Ia menyinggung hasil riset Kementerian Pertanian yang menunjukkan rantai distribusi bahan pokok terdiri dari petani, pengumpul, distributor, subdistributor, grosir, hingga ritel sebelum sampai ke konsumen. Hasil riset itu mengungkapkan bahwa para pelaku di mata rantai distribusi atau tengkulak (middleman) mengambil margin sekitar 30 hingga 40 persen, dengan nilai mencapai sekitar Rp 313 triliun.

“Jadi yang dinikmati oleh petani hanya 30 persen, sepertiga, yang 40 persen dinikmati oleh middleman. Ya, sulit untuk ada kemakmuran,” tutur Prabowo.

Melalui Kopdes Merah Putih, margin distribusi ditargetkan dapat ditekan menjadi sekitar 5 hingga 10 persen. “Saya kira koperasi ambil 5 persen sudah cukup berarti sisanya bisa dinikmati petani,” lanjutnya.

Prabowo menilai apabila sekitar Rp 250 triliun dapat beredar langsung di masyarakat, hal itu akan memberikan dampak ekonomi yang besar. “Jadi, ini saya kira sangat strategis tentunya usaha besar pasti banyak kekurangan sama dengan MBG (Makan Bergizi Gratis) ada kekurangan, ada penyelewengan, kita segera bertindak. Kita segera perbaiki,” ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan saat ini pemerintah telah mulai mengoperasikan sekitar 1.000 Kopdes Merah Putih yang berjalan sekitar satu setengah bulan. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam operasinya, seperti masalah listrik, air, dan internet.

Ia menegaskan koperasi tersebut bukan hanya berdiri secara administratif, melainkan benar-benar beroperasi dengan didukung berbagai fasilitas, seperti gudang penyimpanan, ruang pendingin agar hasil panen petani tidak rusak, truk operasional yang akan disediakan secara bertahap, gerai penjualan obat generik murah, hingga bengkel. “Tiap koperasi akan punya bengkel, semua barang-barang subsidi adalah milik rakyat tidak boleh diperdagangkan,” imbuhnya.

Prabowo mengatakan melalui Kopdes ini untuk pertama kalinya Indonesia akan memiliki jaringan rantai pasok ritel yang terintegrasi dari tingkat pusat hingga desa. Sistem tersebut akan memperkuat pengendalian distribusi barang, mencegah praktik penimbunan komoditas, serta membuat pemerintah lebih cepat dan efektif dalam mengendalikan inflasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags