Prabowo Soroti Selisih Harga CPO RI-Harga Internasional Capai 50 Persen

- Senin, 20 Juli 2026 | 17:42 WIB
Prabowo Soroti Selisih Harga CPO RI-Harga Internasional Capai 50 Persen

Presiden Prabowo Subianto menyoroti besarnya selisih harga ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia dengan harga di pasar internasional yang mencapai hampir 50 persen. Hal itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7).

Prabowo mencontohkan harga CPO Indonesia dalam kontrak ekspor tercatat sekitar Rp 14.000-Rp 15.000 per kilogram. Sementara itu, harga di pasar internasional, seperti di Rotterdam, Eropa, bisa mencapai Rp 27.000 per kilogram.

"Kelapa sawit itu di kita, harganya Rp 15 ribu per kg ya, di harga internasional Rp 27 ribu. Kita Rp 14 ribu-Rp 15 ribu, siapa yang nikmati Rp 13 ribunya? Hampir 50 persen. Jadi permainan inilah yang menusuk hati kita," kata Prabowo dalam pidatonya.

Presiden juga mengungkapkan, berdasarkan laporan CEO Danantara Rosan Roeslani, PT DSI yang baru beroperasi selama satu bulan dua minggu telah mengelola devisa sebesar USD 10,5 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp 188,265 triliun (kurs Rp 17.930 per dolar AS).

Menurutnya, sebelum PT DSI beroperasi, perbedaan antara harga jual komoditas Indonesia dan harga internasional mencapai minimal 30 persen hingga mendekati 40 persen. Namun setelah PT DSI mulai berjalan, perbedaan harga tersebut disebut semakin kecil.

“Dari angka yang masuk sebelum ada PT DSI gap perbedaan antara harga dijual Indonesia dan dijual internasional beda minimal 30 persen mendekati 40 persen, begitu ada PT DSI hampir menyatu (grafiknya) karena kita tegas,” kata Prabowo.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags