IHSG Menguat Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Risiko Downgrade ke Frontier Market Masih Mengintai

- Rabu, 24 Juni 2026 | 09:50 WIB
IHSG Menguat Usai MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Risiko Downgrade ke Frontier Market Masih Mengintai

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Rabu (24/6/2026) setelah Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market (EM) dalam tinjauan klasifikasi pasar MSCI 2026. Keputusan ini memberikan angin segin bagi pasar modal, meskipun risiko penurunan status ke Frontier Market belum sepenuhnya sirna. Indonesia kini memiliki waktu hingga evaluasi berikutnya pada November 2026 untuk membuktikan efektivitas reformasi pasar yang tengah dijalankan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.13 WIB, IHSG tercatat naik 0,68 persen ke level 6.142,61. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp1,57 triliun dengan volume 2,53 miliar saham. Sebanyak 348 saham berhasil mencatatkan penguatan, sementara 187 saham melemah, dan 424 saham lainnya stagnan.

Dalam pengumuman yang dirilis pada Rabu dini hari, MSCI mempertahankan Indonesia di kategori Emerging Market. Namun, analis dari MNC Sekuritas menilai keputusan tersebut belum sepenuhnya meredakan kekhawatiran investor global terhadap kualitas pasar saham Indonesia. MSCI masih menyoroti sejumlah isu krusial, terutama terkait transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta dugaan praktik coordinated trading di pasar domestik.

Di sisi lain, MSCI memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah reformasi yang telah diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Langkah tersebut mencakup peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15 persen. Meski demikian, MSCI menegaskan bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya bergantung pada aturan yang diterbitkan, melainkan pada konsistensi implementasi dan dampaknya terhadap peningkatan kualitas pasar.

Perhatian selanjutnya, menurut MNC Sekuritas, akan tertuju pada MSCI Index Review pada November 2026. Apabila MSCI menilai perkembangan reformasi pasar belum cukup memadai dan kredibel, Indonesia berpotensi masuk dalam tahap konsultasi formal terkait kemungkinan reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Dengan demikian, meskipun risiko downgrade jangka pendek berhasil dihindari, posisi Indonesia masih berada dalam pengawasan ketat. Kecepatan dan efektivitas implementasi reformasi pasar akan menjadi faktor penentu persepsi investor global ke depan.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai keputusan MSCI ini memberikan sentimen yang lebih positif dibandingkan pengumuman sebelumnya pada Januari lalu.

"Pengumuman ini memberikan tone yang lebih baik daripada pengumuman Januari lampau," ujar Michael, Rabu (24/6).

Namun, ia mengingatkan bahwa MSCI masih memberikan peringatan terkait implementasi reformasi pasar yang tengah dilakukan oleh otoritas bursa. Menurut dia, apabila perbaikan tersebut belum menunjukkan hasil yang memadai hingga November, Indonesia masih berisiko masuk dalam daftar pemantauan untuk penurunan status.

"Perlu dicatat bahwa masih ada peringatan dari MSCI bahwa jika implementasi reformasi yang dilakukan bursa tidak membaik hingga November, maka kita masih berpotensi akan dimasukkan ke dalam list Frontier Market," katanya.

Dalam jangka pendek, Michael memperkirakan pergerakan pasar saham masih berpotensi menghadapi tekanan volatilitas. Hal ini karena sebagian investor sebelumnya berekspektasi Indonesia akan tetap mempertahankan status Emerging Market tanpa risiko penurunan kelas. Namun, dalam jangka menengah, ia menilai investor akan mulai beradaptasi dengan kondisi tersebut, terutama apabila reformasi pasar terus berjalan dan memberikan kepastian yang lebih besar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.