Achmad Ananda Djajanegara menambahkan, pihaknya dengan Bank Mandiri juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) penyusunan Environmental, Social, and Governance (ESG) Framework dan potensi pemberian pembiayaan hijau (green financing) berbasis Sustainability Linked Loan (SLL).
“ABM sangat berkomitmen untuk mengimplementasikan ESG, termasuk mendapatkan pembiayaan hijau,” sambung Achmad Ananda Djajanegara.
Sementara itu, Helmy Afrisa mengatakan, peran institusi finansial sangat penting untuk mendorong dan mengakselerasi transisi nasabah menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan. "Maka dari itu, kami sangat mendukung ABM Group ke depannya, terutama dalam hal perancangan skema pembiayaan, advisory, dan investasi melalui pembiayaan berbasis ESG dan SLL,” ujar Helmy Afrisa.
Baca Juga: Anak Usaha ABM Investama Rogoh Rp 60 Miliar untuk Gudang Pertambangan
Bank Mandiri sebagai wholesale banking terbesar dan market leader ESG di Indonesia, memiliki aspirasi untuk berperan aktif dalam mendukung tercapainya target keberlanjutan nasional dengan visi "Becoming Indonesia's Sustainability Champion for a Better Future.”
Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran Sustainable Portfolio yang telah mencapai sekitar 25 persen dari total kredit bankwide per September 2023. Dengan porsi Green Portfolio sebesar Rp 122 triliun, menjadikan bank pelat merah itu sebagai market leader pembiayaan proyek berbasis lingkungan di Indonesia sebesar 30 persen lebih.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jawapos.com
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak