“Setelah implementasi di Batam berjalan dan dievaluasi, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas di kota-kota lainnya dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, serta kebutuhan pasar,” jelasnya.
Lalu, bagaimana progresnya di lapangan? Hingga akhir 2025, tercatat sudah ada 8.829 pelanggan jargas rumah tangga di Batam. Angka itu rencananya akan melonjak signifikan. Pada 2026, PGN menargetkan tambahan 10.000 sambungan rumah baru. Perluasan jaringan akan menyentuh tiga kecamatan: Batu Aji, Sagulung, dan Batam Kota. Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai Maret tahun depan dan dikerjakan setahap demi setahap.
Semua ini tentu butuh dana tidak sedikit. Pengembangan jargas ini merupakan bagian dari rencana belanja modal (capex) PGN tahun 2026 yang mencapai USD353 juta. Sekitar 62 persen dari anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk memperkuat sektor midstream, downstream, dan proyek pendukung lainnya.
Harapannya jelas. Aldi menutup, “Kami berharap pengembangan jargas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional.”
Jadi, selain soal pasokan energi, ada dampak ekonomi yang juga dinanti. Proyek percontohan di Batam ini akan menjadi penentu, apakah replikasi ke daerah lain bisa berjalan mulus.
Artikel Terkait
Pandu Patria Sjahrir Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi Regulator
Prabowo Tenang di Tengah Panik, IHSG Terjun Bebas ke Bawah 8.000
Krisis BEI, Danantara Soroti Reformasi Total untuk Pulihkan Kepercayaan
Peringatan MSCI Jadi Pemicu, Luhut: Saatnya Transformasi Pasar Modal