Momentum ini menarik semakin banyak pembeli. Pemandangan pun jadi tak biasa. Demam emas dan perak melanda, dari Tiongkok sampai Jerman. Situasinya mengingatkan pada tahun 1979-1980, satu-satunya periode dalam sejarah modern di mana pasar mengalami perubahan harga yang sama dramatisnya.
“Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya,”
Kata Sperzel dari Heraeus. Perusahaannya, katanya, beroperasi dengan kapasitas maksimal hanya untuk mencoba memenuhi permintaan yang melonjak itu.
“Orang-orang mengantre berjam-jam di depan toko-toko ini untuk membeli produk,”
Tambahnnya, menggambarkan suasana heboh yang terjadi.
Meski emas yang jadi sorotan, pergerakan paling dramatis justru terjadi pada perak. Pasar perak ini relatif kecil, dengan pasokan tahunan hanya sekitar USD 98 miliar jauh di bawah emas yang mencapai USD 787 miliar. Tapi aksinya luar biasa. Pada hari Jumat itu saja, iShares Silver Trust (SLV), dana ETF perak terbesar, mencatat volume perdagangan fantastis: lebih dari USD 40 miliar. Angka yang sulit dibayangkan untuk pasar yang sering dianggap ‘adik’ dari emas.
Artikel Terkait
Pandu Patria Sjahrir Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Ganggu Independensi Regulator
Prabowo Tenang di Tengah Panik, IHSG Terjun Bebas ke Bawah 8.000
Krisis BEI, Danantara Soroti Reformasi Total untuk Pulihkan Kepercayaan
Peringatan MSCI Jadi Pemicu, Luhut: Saatnya Transformasi Pasar Modal