Wall Street kembali dibuka dengan catatan merah di awal sesi Selasa (16/12/2025). Suasana hati investor tampak lesu, seiring dengan rilis data-data ekonomi terbaru yang semakin menguatkan sinyal perlambatan di AS. Imbasnya, harapan untuk The Fed melanjutkan pemotongan suku bunga di tahun depan pun kian mengemuka.
Menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS, lapangan kerja memang bertambah pada November lalu. Tapi, jangan senang dulu. Angka pengangguran justru melonjak ke 4,6 persen. Ini jelas menandakan ada yang tak beres di pasar tenaga kerja, yang diduga kuat terkait dengan ketidakpastian akibat kebijakan dagang pemerintahan Trump.
Peter Andersen, pendiri Andersen Capital Management, punya pandangannya sendiri soal angka pengangguran yang naik itu.
"Ya, kenaikan seperti ini memang membuka peluang untuk pemotongan suku bunga lebih lanjut," ujarnya.
"Tapi kita harus hati-hati. Situasinya belum tentu konsisten dan berlanjut. Bisa saja ini hanya fluktuasi sesaat."
Artikel Terkait
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram dalam Sehari
Direktur BCA Borong Saham Rp2,1 Miliar di Tengah Kepanikan Pasar
Pefindo Beri Sinyal Hijau untuk DEWA, Tapi Ada Catatan di Baliknya