Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Sulawesi Selatan pada Jumat (21/8/2026) didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, hujan ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah pada siang hingga sore hari, terutama di Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara.
Pada pagi hari, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan. Kondisi serupa diperkirakan berlanjut hingga siang dan sore hari, dengan potensi hujan ringan di wilayah-wilayah yang telah disebutkan.
Memasuki malam hari, cuaca berubah menjadi berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di Enrekang, sementara pada dini hari, Luwu Utara menjadi wilayah yang berpeluang mengalami hujan ringan. Daerah lainnya cenderung berawan.
Prakiraan Suhu dan Kelembapan
Suhu udara di Sulawesi Selatan diperkirakan berkisar antara 18 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan udara antara 47 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10 hingga 44 kilometer per jam.
Peringatan Dini
Masyarakat diimbau mewaspadai potensi angin kencang yang diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan. Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak, disarankan untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi angin.
Rangkuman Cuaca Sulsel 21 Agustus 2026
Secara umum, cuaca Sulawesi Selatan pada Jumat (21/8/2026) diprakirakan cerah berawan pada pagi hingga siang/sore hari, dan berawan pada malam hingga dini hari. Hujan ringan berpotensi terjadi di Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara pada siang hingga sore. Pada malam hari, hujan ringan berpotensi terjadi di Enrekang, sedangkan dini hari berpeluang terjadi di Luwu Utara.
Artikel Terkait
3.759 Hotspot Terdeteksi di Kalbar, Hampir Separuhnya di Ketapang
Gempa M5,2 Guncang Ruteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
BMKG Ingatkan Potensi Udara Panas dan Angin Kencang di Sulawesi Selatan
BMKG: Musim Hujan Baru Tiba Pertengahan Oktober, Empat Provinsi Waspada Karhutla