Seorang siswa berinisial DK (18) tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya tertemper KRL rute Duri-Tangerang di dekat perlintasan kereta api kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (20/8) pagi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB.
Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Reza Hafiz Gumilang menjelaskan, kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda bernomor polisi B-3866-CME melaju di Jalan Semanan Tembok Bolong dari arah utara menuju selatan. Begitu tiba di dekat perlintasan kereta api, motor tersebut bertabrakan dengan KRL jurusan Tangerang yang melaju dari timur ke barat.
"Pada saat Sepeda Motor Honda No.Pol B-3866-CME dikendarai Saudara Dede Kurniawan melaju di Jalan Semanan Tembok Bolong dari arah Utara menuju ke arah Selatan," kata Reza dalam keterangannya, Kamis (20/8).
Akibat benturan keras, DK mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, sepeda motor korban rusak dan diamankan polisi beserta STNK sebagai barang bukti.
Reza mengatakan, penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mencari saksi, dan mengamankan barang bukti.
KRL Sempat Terganggu
Insiden ini sempat mengganggu operasional KRL lintas Tangerang. Akun resmi @commuterline menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perjalanan Commuterline akibat KA 1914A (Duri-Tangerang) tertemper sepeda motor di antara Stasiun Rawa Buaya-Batu Ceper.
"Perjalanan Commuterline saat ini masih dalam proses evakuasi kendaraan sepeda motor yang menghalangi jalur dan pengecekan rangkaian KA. Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan. Pembaruan informasi diupdate seiring dengan perkembangan di lokasi," tulis akun tersebut.
Kini, operasional KRL rute Duri-Tangerang sudah kembali normal dan kedua jalur dapat digunakan.