Legenda Liverpool, Jamie Carragher, meragukan kemampuan Michael Carrick untuk membawa Manchester United meraih gelar Premier League. Menurutnya, Carrick tidak memiliki 'sentuhan istimewa' yang dibutuhkan untuk mengembalikan kejayaan Setan Merah.
Carrick, 45 tahun, diangkat sebagai manajer tetap Old Trafford pada musim panas ini setelah tampil impresif selama masa transisi pasca pemecatan Ruben Amorim pada Januari. Mantan gelandang United itu berhasil membawa tim finis di posisi ketiga, mengalahkan Arsenal, Manchester City, dan Liverpool, sekaligus mengamankan tiket Liga Champions setelah dua musim absen.
Kinerja apik tersebut memicu optimisme di kalangan pendukung bahwa Carrick mampu mengakhiri puasa gelar liga sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013. Namun, Carragher meminta semua pihak untuk bersikap realistis menjelang musim 2026-27.
"Saya tidak mengatakan segalanya akan berjalan buruk. Apa yang dialami Manchester United selama enam bulan terakhir kebutuhan untuk tidak menjadi bahan sensasi atau sorotan berita terus-menerus adalah hal yang mampu dihadirkan oleh Carrick," ujarnya dalam acara The Overlap Fan Debate yang dipersembahkan oleh Sky Bet.
Pandit Sky Sports itu melanjutkan, "Tapi apakah dia memiliki 'sentuhan istimewa' itu untuk memenangkan trofi terbesar? Menurut saya, Anda perlu mencapai posisi yang kuat sebagai klub Liga Champions yang sesungguhnya terlebih dahulu. Lalu, barulah kita bertanya, apa yang kita butuhkan? Ibarat seorang pemain yang membawa tim ke level tertentu, kemudian kita membutuhkan sentuhan istimewa itu."
"Secara pribadi, saya tidak melihat Michael Carrick memiliki sentuhan istimewa sebagai manajer untuk memenangkan Liga Champions atau Premier League. Saya tidak yakin Michael Carrick akan menjuarai liga atau Liga Champions bersama Manchester United, namun ia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik," tegasnya.
"Dia bisa saja menjalani musim yang bagus dan menempatkan Manchester United pada posisi yang tepat untuk kemudian mendatangkan manajer yang mampu memenangkan Liga Champions," jelasnya.
Carrick telah berupaya memperkuat skuadnya di bursa transfer musim panas dengan mendatangkan gelandang Andrey Santos dan Youri Tielemans, masing-masing dari Chelsea dan Aston Villa. Namun, Carragher menilai United melewatkan peluang emas dengan tidak merekrut Mateus Fernandes, mantan bintang West Ham, yang akhirnya bergabung dengan Spurs. United keberatan dengan harga yang dipatok sebesar £85 juta.
"Saya sempat agak khawatir saat melihat United dikaitkan dengan Fernandes karena menurut saya itu bisa menjadi perekrutan yang bagus," ujarnya. "Saya melihat sosok dan usianya, lalu merasa heran mengapa United tidak mengejar Fernandes. Mereka bilang harganya terlalu mahal, tapi apakah benar semahal itu? Saya tahu £85 juta itu angka yang besar, tetapi Anda tidak akan bisa mendapatkan gelandang papan atas sejati dengan harga £50 juta saat ini," tandasnya.