Mengenal Susanah, Wanita yang Disebut Prabowo sebagai Pengupas Bawang dengan Upah Rp700 Ribu per Kilogram

- Senin, 17 Agustus 2026 | 15:45 WIB
Mengenal Susanah, Wanita yang Disebut Prabowo sebagai Pengupas Bawang dengan Upah Rp700 Ribu per Kilogram

Nama Susanah mendadak menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutnya dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai buruh pengupas bawang yang menerima upah Rp700 ribu per kilogram. Pernyataan itu langsung memicu reaksi publik, banyak yang meragukan angka tersebut.

Susanah adalah seorang ibu tiga anak berusia 38 tahun asal Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kesehariannya ternyata bukan hanya mengupas bawang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Susanah bekerja sebagai penjahit kain majun, yakni kain perca atau potongan sisa bahan yang dijadikan lap pembersih. Ia menjahit dari pukul 07.00 WIB hingga siang, dengan upah Rp700 per kilogram. Dalam sehari, ia mampu menjahit hingga 20 kilogram kain majun.

Selain itu, Susanah juga tercatat sebagai pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah Bojong, tak jauh dari rumahnya. Pada pukul 13.00 WIB, ia beralih profesi menjadi pencuci ompreng, pekerjaan yang sudah digelutinya selama sekitar tujuh bulan. Suaminya, Didim, bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak tetap, hanya mengandalkan proyek yang datang.

Kabar tentang penghasilan Susanah yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram mengejutkan keluarganya. Wina, kakak ipar Susanah, mengaku baru mengetahui hal itu dari media sosial setelah pernyataan Prabowo viral. "Iya. Bingung itu juga kita juga kaget. Dia juga kaget pasti," ujar Wina.

Saat ini, Susanah masih berada di Jakarta untuk menghadiri agenda kenegaraan. Menurut Wina, ia berangkat dari rumah pada Rabu malam dengan dijemput menuju ibu kota.

Menanggapi polemik tersebut, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Hasbi meminta masyarakat fokus pada substansi pidato presiden, bukan pada satu atau dua kalimat yang kemudian digoreng. "Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus apa? Belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu," kata Hasan.

Sementara itu, seorang pedagang sayur di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Nurliah (50), yang kerap mengambil sampingan sebagai pengupas bawang, mengaku bersedia jika benar ada tawaran upah Rp700 ribu per kilogram. "Di mana? Kalau ada, saya juga mau," katanya. Nurliah menuturkan pengalamannya pernah mengupas 25 kilogram bawang dengan upah Rp100 ribu, yang berarti sekitar Rp4 ribu per kilogram.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler