Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, Dua Tewas dan Kerusakan di Sejumlah Titik

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:07 WIB
Gempa 7,7 Magnitudo Guncang NTT, Dua Tewas dan Kerusakan di Sejumlah Titik

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) dini hari, tepatnya pukul 04.58 WIB. Guncangan yang cukup kuat ini mengakibatkan kerusakan di sejumlah titik, termasuk Pelabuhan El Say di Maumere, Kabupaten Sikka, serta menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya.

Peristiwa ini mengingatkan kembali pada gempa besar yang pernah melanda NTT pada 12 Desember 1992. Saat itu, gempa berkekuatan 7,8 magnitudo yang berpusat di Laut Flores memicu tsunami dahsyat setinggi hingga 25 meter di beberapa titik. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, saat dihubungi pada Sabtu (15/8), mengungkapkan bahwa dampak gempa 1992 sangat mematikan.

"Pada 12 Desember 1992 gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitudo yang berpusat di Laut Flores pernah terjadi dan memicu gelombang tsunami dahsyat setinggi hingga 25 meter di beberapa titik," kata Suharyanto.

Wilayah pesisir utara Flores, termasuk Kota Maumere dan Kabupaten Sikka, menjadi daerah yang paling parah terdampak. "Begitu juga dengan Pulau Babi yang berada di sekitarnya," tambahnya.

Suharyanto menegaskan bahwa peristiwa 1992 merupakan salah satu catatan gempa paling mengerikan di Indonesia. "2.500 korban meninggal dunia dan 2.103 orang mengalami luka-luka. Kerusakan infrastruktur menghancurkan ribuan rumah warga di sepanjang pesisir, melumpuhkan fasilitas umum, memutus akses jalan dan jembatan, serta merusak sarana pendidikan, peribadatan, dan kesehatan," jelasnya.

Sementara itu, BMKG mencatat gempa kali ini terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Sebanyak 10 wilayah terdeteksi tsunami, di antaranya Labuan Bajo, Kolaka, dan Sikka. Dua orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.

Sejumlah bangunan dan gedung juga mengalami kerusakan akibat gempa ini, namun jumlah fasilitas publik dan rumah warga yang terdampak masih didata.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terpopuler