Pemerintah Siapkan Anggaran Rp100 Miliar untuk 1.098 Ekor Sapi Kurban Presiden Prabowo pada Iduladha 2026

- Selasa, 26 Mei 2026 | 16:15 WIB
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp100 Miliar untuk 1.098 Ekor Sapi Kurban Presiden Prabowo pada Iduladha 2026

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengungkapkan bahwa dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).

“Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” ujar Juri dalam konferensi pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Total dana yang disiapkan mencapai sekitar Rp100 miliar untuk pengadaan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban. Hewan ternak tersebut rencananya akan disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia. “Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar, Rp100 miliar,” katanya.

Juri menjelaskan bahwa harga sapi bervariasi di setiap daerah. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh bobot hewan dan lokasi pembelian. “Jadi harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi,” ujarnya.

Sebelumnya, Juri telah mengumumkan bahwa Presiden Prabowo akan menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota. Selain itu, bantuan juga akan diberikan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta tokoh masyarakat di berbagai daerah.

Kepala Negara menekankan agar distribusi hewan kurban benar-benar tepat sasaran. “Presiden memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing,” tegas Juri.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar