China Bebaskan Warga Nikah di Mana Saja, Angka Pernikahan Naik 22.5%

- Minggu, 09 November 2025 | 21:15 WIB
China Bebaskan Warga Nikah di Mana Saja, Angka Pernikahan Naik 22.5%
Kebijakan Nikah di Mana Saja China: Upaya Naikkan Angka Pernikahan

China Bebaskan Warga Nikah di Mana Saja, Angka Pernikahan Naik 22.5%

Pemerintah China secara resmi membebaskan warganya untuk menikah di mana saja di seluruh negeri. Kebijakan baru yang efektif sejak Mei 2025 ini merupakan strategi pemerintah untuk meningkatkan angka pernikahan yang sempat turun drastis.

Dampak Langsung Kebijakan Nikah di Mana Saja

Data kuartal ketiga 2025 menunjukkan hasil positif dengan kenaikan jumlah pernikahan sebesar 22.5 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 1.61 juta pasangan memanfaatkan kebijakan baru ini, mengindikasikan perlambatan tren penurunan pernikahan yang terjadi selama lebih dari satu dekade.

Kreativitas Lokasi Pernikahan di Seluruh China

Pemerintah daerah merespons dengan menciptakan venue pernikahan unik di lokasi tidak biasa:

  • Kota Nanjing: Upacara pernikahan bergaya Dinasti Ming di Kuil Konfusius
  • Chengdu: Kantor catatan sipil di Gunung Salju Xiling (ketinggian 3.000 meter)
  • Hefei: Loket pernikahan di stasiun bawah tanah "Xingfuba" (Tempat Kebahagiaan)
  • Shanghai: Pengambilan sertifikat nikah di kelab malam melalui kolaborasi INS Park

Analisis Pakar Demografi Terhadap Kebijakan Ini

Meski menunjukkan peningkatan, pakar demografi seperti Yi Fuxian dari University of Wisconsin-Madison menyatakan efek kebijakan ini mungkin hanya sementara. Penghapusan batas geografis memang mempermudah pernikahan, namun tidak mengatasi akar masalah.

Yi memproyeksikan jumlah perempuan usia 20-34 tahun akan menurun hampir setengahnya menjadi 58 juta pada 2050. "Perempuan muda dan orang tua mereka kini lebih mengutamakan pendidikan serta kemandirian ekonomi," jelas Yi.

Latar Belakang Krisis Demografi China

China menghadapi tantangan demografi serius dengan:

  • Populasi menua dengan cepat
  • Dampak kebijakan satu anak (1980-2015)
  • Urbanisasi pesat yang menekan angka kelahiran
  • 300 juta warga akan memasuki usia pensiun dalam beberapa tahun mendatang

Upaya Komprehensif Pemerintah China

Pemerintah mengimplementasikan berbagai strategi tambahan:

  • Penyediaan "pendidikan cinta" di universitas
  • Promosi pernikahan pada usia yang sesuai
  • Alokasi sumber daya untuk perbaikan krisis populasi

Tantangan dan Proyeksi Masa Depan

Meski terjadi peningkatan pernikahan, tantangan tetap ada:

  • Angka perceraian meningkat 1.1% menjadi 2.6 juta pasangan
  • Perubahan prioritas generasi muda terhadap pendidikan dan karier
  • Tantangan ekonomi yang mempengaruhi keputusan menikah

Keberhasilan kebijakan ini bergantung pada perubahan perilaku sosial yang lebih luas. Pemerintah China terus berupaya menemukan strategi jangka panjang untuk menstabilkan populasi dan mengatasi implikasi demografi terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar