Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri jamuan santap malam kenegaraan yang digelar Presiden Prancis Emmanuel Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée, Paris, pada Kamis (28/5) waktu setempat. Dalam momen diplomatik tersebut, Kepala Negara Indonesia tampak mengenakan penghargaan tertinggi Prancis, Grand Croix de la Légion d’Honneur, yang dianugerahkan langsung oleh Macron saat kunjungannya ke Akademi Militer Magelang pada 29 Mei 2025.
Kedatangan Prabowo di Istana Élysée disambut langsung oleh Presiden Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron di bawah tangga utama istana kepresidenan Prancis tersebut. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kehormatan, mencerminkan hubungan diplomatik yang erat antara kedua negara sebelum akhirnya rombongan memasuki ruang utama jamuan.
Dalam acara itu, Prabowo mengenakan selendang merah serta lambang penghargaan Grand Croix de la Légion d’Honneur. Penghargaan ini merupakan tanda kehormatan sipil dan militer tertinggi di Prancis, yang hanya diberikan kepada individu-individu luar biasa yang dinilai telah memberikan jasa besar bagi negara. Penganugerahan medali Grand Croix menjadi simbol pengakuan atas pencapaian dan pengabdian yang melampaui batas-batas konvensional.
Sebelum jamuan santap malam dimulai, kedua presiden saling memperkenalkan anggota delegasi resmi dari masing-masing negara. Prosesi tersebut tidak hanya menjadi protokol kenegaraan, tetapi juga mencerminkan semangat saling menghormati serta komitmen bersama untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis.
Sepanjang acara, interaksi antara Prabowo dan Macron tampak berlangsung akrab. Kedua pemimpin menikmati jamuan yang disajikan dalam suasana penuh persahabatan, sementara kehangatan antardelegasi semakin memperkuat kebersamaan dalam malam kenegaraan tersebut.
Menurut keterangan Sekretariat Presiden, jamuan santap malam kenegaraan berlangsung dengan penuh keakraban dan menjadi simbol kuat bagi hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis yang terus berkembang. Pertemuan kedua kepala negara diharapkan dapat memperkokoh kolaborasi bilateral, tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga ekonomi, kebudayaan, pendidikan, serta kerja sama global lainnya.
Artikel Terkait
Jaksa New York dan New Jersey Panggil FIFA soal Dugaan Harga Tiket Piala Dunia 2026 yang Melambung
Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 2.000 Meter dan Awan Panas Luncur ke Tenggara
Pengusaha UMKM di Jakarta Utara Banting Setir dari Bisnis Busana Bayi ke Kuliner Gluten Free, Raup Omzet hingga Rp15 Juta per Bulan
Polres Jakbar Amankan Sajam dalam Patroli Dini Hari di Sebelas Titik Rawan