Seorang siswa SMA Kristen 3 Penabur (SMAK 3 Penabur) Jakarta, Kennard Jonathan Rae, berhasil menembus enam perguruan tinggi bergengsi di dunia sekaligus. Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan persiapan matang sejak dini dapat membuahkan hasil yang luar biasa.
Keenam universitas yang menerima Kennard adalah The Chinese University of Hong Kong – Shenzhen (CUHK-Shenzhen), The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), The University of Hong Kong (HKU), City University of Hong Kong (CityUHK), The Chinese University of Hong Kong (CUHK), dan National University of Singapore (NUS). Dari sekian banyak tawaran, ia akhirnya memantapkan hati untuk melanjutkan studi di City University of Hong Kong (CityUHK) dengan mengambil jurusan Business Decision Analytics (BBA).
“Untuk di CityUHK, saya berhasil mendapatkan full tuition scholarship, yaitu beasiswa yang menanggung seratus persen biaya kuliah selama masa studi,” ujar Kennard.
Keputusan memilih jurusan BBA, menurut Kennard, didasari oleh ketertarikannya pada bidang data dan bisnis. Ia menilai jurusan tersebut merupakan kombinasi ideal antara kedua bidang itu. “Jadi, selain belajar seputar bisnis, saya juga belajar mengenai bagaimana data dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan,” tuturnya. Ke depannya, ia bercita-cita berkarier sebagai business analyst, profesi yang selaras dengan minat dan passion-nya.
Perjalanan menuju pencapaian ini tidaklah mudah. Kennard mengaku telah melalui berbagai rintangan dan menghabiskan banyak waktu selama masa persiapan. Sejak awal masuk SMA, ia sudah menetapkan target untuk kuliah ke luar negeri. Oleh karena itu, ia mulai mempersiapkan proses pendaftaran dengan menjaga nilai, aktif dalam organisasi, dan melakukan riset mendalam mengenai universitas serta jurusan yang sesuai dengan minatnya.
“Mulai dari syarat penerimaan (admission), persyaratan beasiswa, sampai profil mahasiswa yang biasanya diterima. Dari situ, saya jadi lebih terarah dalam mempersiapkan diri,” ungkap Kennard.
Selama bersekolah di SMAK 3 Penabur, Kennard dikenal sebagai siswa yang aktif dalam berbagai organisasi dan kepanitiaan. Ia pernah menjadi anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), terlibat dalam kepanitiaan acara “SMAK 3 WEEK”, berpartisipasi dalam The Duke of Edinburgh’s International Award (DofEIA) dengan menjalankan berbagai kegiatan sosial, hingga berkompetisi di bidang bulu tangkis yang menjadi hobinya.
“Pengalaman tersebut membawa saya keluar dari zona nyaman dan belajar untuk bekerja sama dengan orang lain sambil mengembangkan soft skills, seperti kemampuan komunikasi (communication skills), kerja sama tim (teamwork), serta kepemimpinan (leadership), yang juga banyak diperhatikan oleh universitas-universitas di luar negeri,” tutur Kennard.
Di balik kesuksesannya, Kennard tidak melupakan peran para guru di sekolah. Ia mengucapkan terima kasih karena para guru secara aktif membantunya mempersiapkan diri, mulai dari menganalisis jurusan yang cocok hingga membantu secara administratif, seperti menulis surat rekomendasi. “Para guru secara aktif membantu saya mempersiapkan diri. Mereka bahkan berusaha menganalisis dan memberikan saran mengenai jurusan apa yang kira-kira cocok dengan minat serta kemampuan yang saya miliki,” jelasnya.
Kennard pun membagikan tips bagi teman-teman yang memiliki target kuliah melalui jalur beasiswa. Ia menyarankan untuk mulai mempersiapkan diri sejak kelas 10 atau kelas 11 dengan meningkatkan dan mempertahankan nilai, aktif mengikuti organisasi maupun kegiatan di sekolah, serta melakukan riset mengenai universitas dengan jurusan yang diminati. “Konsisten dan jangan takut untuk mencoba menjadi kunci utama dalam proses ini,” pesannya.
Artikel Terkait
Malaysia Akan Bawa Israel ke Mahkamah Internasional atas Dugaan Penculikan dan Penyiksaan Aktivis Flotila Gaza
KPK Periksa Tiga Pegawai Bea Cukai Semarang Usai Sita Kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas
PLN Ungkap Power Swing Akibat Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Padamnya Listrik di Sumatera
Pasangan Pengantin di Cakung Kehilangan Rp85,5 Juta Usai Wedding Organizer Kabur Sehari Sebelum Resepsi