Pemerintah Provinsi Banten terus mengakselerasi pengembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen strategis penguatan ekonomi masyarakat hingga tingkat akar rumput. Hingga saat ini, ratusan koperasi di berbagai wilayah provinsi tersebut telah memasuki tahap operasional dan menjalankan aktivitas usaha yang melibatkan warga setempat.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa koordinasi antara Dinas Koperasi Provinsi Banten dengan pemerintah kabupaten dan kota terus diperkuat untuk mempercepat realisasi operasional koperasi di seluruh daerah. Ia menyebutkan, dari total 1.551 desa dan kelurahan yang telah memiliki legalitas koperasi, sebanyak 695 di antaranya sudah beroperasi.
"Memang sudah meningkatkan perekonomian daerah setempat. Ini kan koordinasi antara dinas koperasi provinsi dengan dinas koperasi kabupaten kota. Dari 1.551 desa dan kelurahan yang telah memiliki legalitas koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih, itu ada 695 yang telah beroperasional," kata Andra Soni, Minggu, 24 Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar seratus lebih koperasi telah memiliki gerai usaha yang mulai melayani kebutuhan masyarakat. Andra Soni menambahkan, aktivitas koperasi yang terus berkembang ini diharapkan mampu mendorong kesejahteraan warga sekaligus memperkuat fundamental ekonomi lokal di Banten.
"Dari 695 tersebut, ada kurang lebih sekitar 100 sekian yang sudah berdiri gerainya. Jadi ini terus kita koordinasikan karena targetnya di bulan Agustus nanti, Bapak Presiden menargetkan untuk lebih maksimal," jelasnya.
Sementara itu, pengembangan koperasi di kawasan pedesaan dinilai berjalan relatif lancar. Namun, sejumlah tantangan masih ditemui di wilayah perkotaan, khususnya terkait ketersediaan lahan untuk pembangunan gerai. Menurut Andra Soni, standar luas lahan yang dibutuhkan menjadi kendala utama di daerah padat penduduk.
"Ada beberapa kendala terkait dengan standar gerai. Untuk desa, insyaallah tidak terlalu terkendala, tetapi untuk wilayah perkotaan agak terkendala terkait dengan luasan arealnya karena memang kesulitan mendapatkan lahan yang luas arealnya 1.000 meter," paparnya.
Di sisi lain, keberadaan koperasi tidak hanya dipandang sebagai pusat kegiatan ekonomi warga, tetapi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru dan memperkuat rantai distribusi hasil pertanian masyarakat desa. Andra Soni menilai, setiap gerai koperasi yang beroperasi akan menyerap tenaga kerja sekaligus menjadi saluran pemasaran bagi produk petani lokal.
"Ujungnya nanti, tentu tenaga kerjanya akan maksimal karena di setiap gerainya itu ada kegiatan usaha. Kemudian nanti, pasokan dari gerai-gerai tersebut adalah upaya yang dilakukan oleh para petani di lingkungan sekitar di desa-desa," ujarnya.
Artikel Terkait
Brimob Patroli Dini Hari, 17 Orang Diamankan di Sejumlah Titik Rawan Jakarta dan Sekitarnya
Viktor Axelsen Kritik Sistem Skor 15 Poin BWF, Sebut Akan Hilangkan Drama dan Strategi Pertandingan
Anggota DPR Gus Hilman Patah Kaki Akibat Kecelakaan di Tol Paspro, Dua Staf Meninggal Dunia
Polisi Amankan Empat Pengedar Obat Keras dalam Razia Gabungan di Jakarta Barat