Penggerebekan besar-besaran terhadap sindikat judi online jaringan internasional berhasil dilakukan oleh kepolisian di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis pekan lalu itu, aparat mengamankan tidak kurang dari 321 warga negara asing yang diduga kuat terlibat dalam pengoperasian situs perjudian secara ilegal.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa seluruh tersangka ditangkap dalam kondisi tengah menjalankan aktivitas perjudian daring. “Dari para pelaku yang berhasil kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang,” ujarnya dalam konferensi pers di lokasi kejadian pada Sabtu lalu.
Ratusan warga negara asing tersebut terdiri dari berbagai kebangsaan. Rinciannya, sebanyak 57 orang berasal dari Tiongkok, 228 orang dari Vietnam, 11 orang dari Laos, 13 orang dari Myanmar, 3 orang dari Malaysia, 5 orang dari Thailand, dan 3 orang lainnya dari Kamboja. Seluruhnya langsung ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 426 dan atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan atau Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukuman berat menanti mereka yang terbukti melanggar aturan tersebut.
Sementara itu, dalam penggerebekan yang melibatkan personel Brimob tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan para pelaku. Barang bukti yang diamankan antara lain brankas, paspor, telepon genggam, laptop, komputer, serta uang tunai dalam berbagai mata uang asing.
“Dari hasil pemeriksaan penyidik telah menemukan kurang lebih sebanyak 75 domain dan website yang diduga digunakan sebagai sarana perjudian online,” ungkap Brigjen Wira. Temuan ini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap jaringan operasional sindikat yang selama ini bergerak secara tersembunyi di pusat bisnis ibu kota.
Artikel Terkait
Studi: Piala Dunia 2026 Berpotensi Jadi Edisi Paling Boros Karbon Akibat Penerbangan Massal
Marapthon Dinilai Ubah Cara Publik Konsumsi Media Digital, Pengamat Soroti Pergeseran ke Konten Partisipatif
Iran Peringatkan Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz, Tuding AS Tembak Jatuh Helikopter Apache
Timnas Indonesia Raih Dua Kemenangan Beruntun, Herdman Soroti Pentingnya Jaga Momentum