Banjir Pantura Semarang Lumpuh Total, Ribuan Kendaraan Terjebak dan Fakta Mengerikan Ini Bikin Ngeri!

- Minggu, 26 Oktober 2025 | 06:42 WIB
Banjir Pantura Semarang Lumpuh Total, Ribuan Kendaraan Terjebak dan Fakta Mengerikan Ini Bikin Ngeri!

Banjir Jalur Pantura Semarang-Demak Lumpuhkan Lalu Lintas, Ribuan Warga Terdampak

Banjir besar melanda kawasan Jalur Pantura Semarang–Demak sejak Rabu (23/10) dan masih belum surut hingga Sabtu (25/10). Genangan air mencapai ketinggian 80 sentimeter melumpuhkan arus lalu lintas dan berdampak pada ribuan warga di sekitarnya. Berikut laporan lengkap kondisi terkini banjir Pantura.

Banjir Kaligawe Rendam 3.000 KK dan Lumpuhkan Jalur Pantura

Kawasan Jalan Kaligawe Raya, Semarang, yang terhubung dengan jalur Pantura menuju Demak, Jawa Tengah, terendam banjir dengan ketinggian air 20 hingga 70 cm. Kondisi ini membuat jalur utama transportasi lumpuh total dan hanya bisa dilalui kendaraan besar seperti truk trailer. Kepolisian setempat mengimbau pengendara untuk menghindari rute tersebut dan beralih melalui jalur alternatif Mranggen.

Kapolsek Gayamsari AKP Yuna Ahadiyah mengonfirmasi, "Jalan arteri Pantura ini merupakan jalur utama kendaraan besar menuju Demak. Untuk sementara bisa dibilang lumpuh karena hanya kendaraan besar yang bisa lewat."

Banjir tidak hanya menggenangi jalan raya, tetapi juga merendam permukiman warga di sekitar Kaligawe dan Tambakrejo. Sekitar 3.000 kepala keluarga (KK) terdampak dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 30 cm. Meski demikian, belum ada warga yang mengungsi karena kondisi banjir sudah dianggap biasa terjadi di wilayah tersebut.

"Kita sudah siagakan personel untuk mengatur lalu lintas dan membantu warga. Dapur umum serta posko penyaluran makanan juga disiapkan," tutur Yuna. Ia menambahkan bahwa genangan di Kaligawe diperkirakan akan surut lebih lama jika hujan kembali turun karena posisi wilayahnya yang lebih rendah dibanding daerah sekitar.

Hari Ke-4 Banjir Kaligawe, Lalu Lintas Lumpuh Total

Memasuki hari keempat, banjir di Jalan Pantura Kaligawe, Kecamatan Genuk, Semarang, belum menunjukkan tanda-tanda surut. Genangan air setinggi 60–80 sentimeter menyebabkan arus lalu lintas di jalur nasional itu lumpuh total, dengan kawasan terparah berada di depan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung.

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto melaporkan, "Banyak pengendara roda dua dan mobil kecil yang nekat menerobos akhirnya mogok. Bahkan sejumlah truk sampai naik ke median jalan karena jalur sudah tak terlihat tertutup air."

Akibat kondisi tersebut, antrean kendaraan besar mengular panjang dari kedua arah. Polisi, TNI, relawan, dan BPBD menyiagakan perahu untuk membantu evakuasi tenaga kesehatan serta pasien RSI Sultan Agung yang terjebak banjir di lokasi.

Rismanto menjelaskan bahwa banjir sulit surut karena pompa air milik BBWS Pemali Juana tidak berfungsi maksimal. Di Rumah Pompa Kali Tenggang, hanya dua dari enam pompa yang beroperasi, sementara di Kali Sringin juga terjadi hal serupa.

Banjir Pantura Demak Picu Mogoknya Ratusan Kendaraan

Hingga Jumat (24/10) pagi, banjir masih menggenangi Jalur Pantura Semarang–Demak. Genangan air di kawasan Kecamatan Genuk, Kota Semarang, membuat jalur utama penghubung antarkota itu lumpuh total dan sulit dilalui kendaraan. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Kaligawe Raya, Kecamatan Gayamsari, yang terhubung langsung dengan Pantura.

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak kendaraan, baik besar maupun kecil, yang mogok setelah menerobos genangan. Petugas dari Polri dan TNI dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, tenaga kesehatan, serta pasien yang hendak menuju RSI Sultan Agung.

Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengonfirmasi, "Kami informasikan untuk genangan air saat ini kurang lebih sekitar 60 sampai 70 cm, dan yang terdalam di sana bisa mencapai 70 cm. Banyak kendaraan yang mengalami mogok. Saat ini kami berusaha mengevakuasi agar bisa mengalir untuk kendaraan-kendaraan berat dari arah Semarang-Demak maupun Demak-Semarang."

Warga dan Aparat Bahu-Membahu Bantu Kendaraan Mogok

Banjir yang masih merendam Jalur Pantura Semarang–Surabaya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, memicu puluhan kendaraan mogok. Meski kondisi jalan terendam cukup parah, banyak pengendara yang tetap nekat menerobos genangan, mengakibatkan kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga truk mengalami mogok karena air masuk ke mesin.

Warga bersama personel TNI dan Polri terlihat bahu-membahu membantu mendorong kendaraan yang mogok di tengah banjir. Salah satu petugas di lokasi menyatakan, "Kami bantu evakuasi agar jalan bisa sedikit lebih lancar, meski airnya cukup dalam."

Situasi lalu lintas di sekitar kawasan Kaligawe masih tersendat karena sebagian besar ruas jalan tergenang air tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda surut, memperparah kondisi kemacetan di jalur nasional tersebut.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar