Bayern Munchen Kembali Jadi Favorit Juara Frauen Bundesliga Musim Ini

- Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:46 WIB
Bayern Munchen Kembali Jadi Favorit Juara Frauen Bundesliga Musim Ini

FC Bayern Munchen kembali menjadi favorit tunggal untuk meraih gelar Frauen Bundesliga kelima secara beruntun pada musim ke-37 yang dimulai Jumat, 21 Agustus 2026. Seluruh pelatih dari 14 klub peserta menempatkan sang juara bertahan di posisi teratas dalam survei resmi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menjelang laga pembuka melawan Union Berlin di kandang lawan.

Klub asal Bavaria itu mengukuhkan dominasinya setelah musim lalu menjuarai kompetisi tanpa terkalahkan dengan catatan 24 kemenangan dan dua hasil imbang. Mereka unggul 16 poin atas VfL Wolfsburg yang berada di peringkat kedua. Sebelum memulai liga, Bayern juga telah mengamankan trofi Supercup usai menundukkan Wolfsburg dengan skor 3-0.

Pelatih kepala Bayern, Jose Barcala, menegaskan target utama timnya saat bersiap melakoni laga di Berlin. "Kami ingin mempertahankan gelar," katanya.

Pemain Kunci Bertahan

Dominasi Bayern di tingkat domestik dibarengi dengan keberhasilan mempertahankan sejumlah pemain kunci nasional di tengah gelombang kepindahan bintang Liga Jerman ke klub luar negeri, seperti Georgia Stanway ke FC Arsenal, Ewa Pajor ke FC Barcelona, dan Jule Brand ke Olympique Lyon. Penyerang sayap Bayern, Klara Buhl, membeberkan pertimbangannya menetap di Jerman demi menjaga daya saing kompetisi.

"Penting bagi Anda untuk memiliki kepribadian, sebut saja mereka bintang, yang mewakili liga Jerman," kata Klara Buhl. Ia menyoroti peran keberadaan klub besar yang terafiliasi dengan tim pria serta dampak figur bintang bagi perkembangan generasi muda. "Penting dalam jangka pendek bahwa Anda memiliki bintang di dalam skuad, karena anak-anak meniru mereka dan mereka menjalankan peran sebagai panutan," ujarnya.

Buhl menambahkan mengenai faktor kenyamanan yang menjadi dasar keputusannya bertahan di klub Bavaria tersebut. "Ini tentang selalu melihat di mana saya dapat berkembang paling baik. Munich telah menjadi tujuan terbaik dalam beberapa tahun terakhir dan juga tahun ini, di mana saya merasa nyaman. Selama itu terpenuhi, hal tersebut tidak akan berubah," tuturnya.

Di sisi lain, kepindahan mantan gelandang Bayern, Georgia Stanway, ke luar negeri menghadirkan dinamika baru dalam skuad. Ia membeberkan alasannya mencari pengalaman baru di luar klub. "Saya tidak ingin sampai pada titik di mana saya sedikit mengabaikan latihan," kata Stanway. Ia menekankan dorongan internal untuk terus meningkatkan kemampuan diri. "Insentif baru," ujarnya. Stanway juga menegaskan keberaniannya mengambil langkah perubahan karier. "Keluar dari zona nyaman saya tepat waktu," ucapnya.

Kabar Pemulihan dan Kesiapan Lawan

Sementara itu, kabar positif datang dari proses pemulihan cedera ligamen lutut yang dialami gelandang asal Austria, Sarah Zadrazil, sejak 11 bulan lalu. Zadrazil mengonfirmasi telah kembali berlatih bersama tim utama, sekaligus memperkuat keberadaan 27 pemain asal Austria yang menjadi legiun asing terbanyak di kompetisi musim ini dengan Werder Bremen sebagai pemegang terbanyak yakni lima pemain. "Berada di fase terakhir dalam jalan menuju kembali," kata Zadrazil. Gelandang tim nasional Austria tersebut membeberkan porsi latihan intensif yang mulai dijalaninya secara bertahap. "Sebagian sudah termasuk duel perebutan bola. Kami meningkatkannya secara bertahap sekarang," tuturnya.

Dari kubu penantang, juru taktik Union Berlin, Marie-Louise Eta, menyatakan kesiapan timnya untuk menyulitkan sang juara bertahan pada laga perdana. "Sesulit mungkin," katanya.

Masa Transisi dan Penolakan Play-off

Persaingan musim ini juga menjadi masa transisi sebelum Liga Organisasi Mandiri (FBL) mengambil alih pengelolaan kompetisi secara independen dari DFB mulai 1 Juli 2027 serta menjajaki hak siar baru. Wacana penerapan sistem play-off atau pertandingan babak gugur di akhir musim untuk meningkatkan nilai komersial mendapat penolakan dari manajemen Bayern. "Upaya untuk meningkatkan daya tarik liga melalui pertandingan knockout di akhir musim dinilai tidak cukup jauh dari sudut pandang kami," ujar Bianca Rech, Direktur Olahraga FC Bayern Frauen.

Penolakan senada dilontarkan oleh mantan pejabat eksekutif Wolfsburg, Dieter Hecking, yang memandang perubahan format tersebut akan mengganggu kompetisi reguler. "Intervensi yang kontraproduktif dalam kompetisi," kata Hecking.

Meskipun demikian, jajaran direksi klub kontestan lain menilai peta persaingan antar-klub papan tengah semakin ketat seiring naiknya jumlah penonton dan investasi. "Kami melihat investasi yang lebih tinggi, struktur yang lebih profesional, dan banyak pemain luar biasa di klub-klub," kata Katharina Kiel, Direktur Eintracht Frankfurt Frauen. Kiel juga mengakui keunggulan Bayern yang masih memimpin jauh dari klub-klub peserta lainnya. "FC Bayern kemungkinan akan meraih kesuksesan yang sama seperti dalam beberapa tahun terakhir. Klub ini berada jauh lebih maju dalam perkembangannya dibandingkan banyak klub lain," ucapnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags