Cienciano membuka peluang besar melaju ke perempat final Copa Sudamericana 2026 setelah menundukkan Botafogo dengan skor telak 6-1 pada leg pertama babak 16 besar di Stadion Inca Garcilaso de la Vega, Cusco, Rabu (13/8) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi tim asal Peru tersebut menjelang leg kedua yang akan digelar di markas Botafogo pada 20 Agustus mendatang.
Sepanjang laga, Cienciano tampil dominan. Mereka menguasai bola hingga 53,6 persen, melepaskan 29 tembakan ke arah gawang, dan memperoleh 14 tendangan sudut. Sementara itu, Botafogo hanya mampu mencatatkan tujuh percobaan tembakan. Ketimpangan statistik itu tercermin dari jalannya pertandingan yang sejak awal dikuasai tuan rumah.
Gol pembuka lahir pada menit ke-18 melalui sundulan Matías Succar. Dua menit berselang, Neri Bandiera menggandakan keunggulan dengan tendangan kaki kiri yang sempat ditinjau VAR sebelum akhirnya disahkan. Succar kembali mencetak gol pada menit ke-30, disusul gol jarak jauh Marcos Martinich yang menutup babak pertama dengan skor 4-0.
Setelah jeda, Botafogo mencoba bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas Matheus Martins pada menit ke-49. Namun, Cienciano segera merespons dengan dua gol tambahan. Bandiera mencetak gol keduanya pada menit ke-62, sementara Succar melengkapi hat-trick-nya di menit ke-78.
Pelatih Cienciano, Horacio Melgarejo, menegaskan bahwa kemenangan ini murni hasil kerja keras timnya di lapangan, bukan karena faktor lain. "Tidak ada yang masuk ke lapangan membawa dompet," ujarnya menanggapi perbedaan anggaran yang jauh dengan klub Brasil tersebut.
Kemenangan besar ini memicu reaksi dari jurnalis Brasil yang meremehkan kualitas Cienciano dan mengaitkan hasil dengan kondisi ketinggian Cusco. "Tim Cienciano adalah sampah. Apakah Cienciano bisa mencetak lebih dari 6 gol? Ya tentu saja mereka bisa tapi mengapa tidak melakukannya? Karena mereka adalah sampah. Dan skor 6-0 itu bukan hal yang mustahil terutama bagi tim-tim yang bermain di ketinggian," kata jurnalis tersebut.
Pernyataan itu mendapat tanggapan keras dari komentator olahraga America TV, Oscar del Portal. "Saya akan katakan dua hal. Pertama katakan pada gadis itu: Nona Anda bicara omong kosong. Benar bukan? Untuk memulainya. Dan kemudian video ini akan saya tunjukkan kepada para pemain Cienciano agar mereka termotivasi. Sangat bagus saya suka ketika ini terjadi. Jadi Cienciano bermotivasi dan fokus tentu saja untuk menyingkirkan Botafogo sehingga nanti lidah itu bisa diam," ujarnya.
Dengan keunggulan agregat 6-1, Cienciano hanya membutuhkan hasil imbang, kemenangan, atau kekalahan dengan selisih tidak lebih dari empat gol di leg kedua untuk lolos ke perempat final. Sebaliknya, Botafogo harus menang dengan selisih minimal lima gol untuk memaksa adu penalti, atau enam gol untuk langsung melaju ke babak berikutnya.
Artikel Terkait
Cienciano Waspadai Tekanan Botafogo di Laga Kedua
Santos Lolos ke Perempat Final Copa Sudamericana
Calleri Akui Beban Berat di Balik Penalti Penentu Kemenangan Sao Paulo
Sao Paulo Kantongi Hadiah Rp10 Miliar Usai Tembus Perempat Final Copa Sudamericana